LONDON – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan pada tahun 2022 akan lebih banyak anak akan kelebihan berat badan daripada kekurangan gizi.
WHO mempublikasikan hasil penelitiannya pada Selasa (10/10/2017), yang dilakukan bersamaan dengan Imperial College London, yang mengukur berat dan tinggi hampir 130 juta orang di atas usia lima tahun di seluruh dunia.
Ini adalah studi terbesar yang pernah dilakukan WHO. “Temuan laporan tersebut menyoroti, mengingatkan dan memperkuat kelebihan berat badan dan obesitas adalah krisis kesehatan global hari ini, dan akan memburuk di tahun-tahun depan kecuali jika kita mulai melakukan tindakan drastis”, kata Dr Fiona Bull, koordinator program untuk WHO.
Namu penulis laporan juga menyebut jika hampir 200 juta anak yang tergolong moderat atau sangat kurus juga terus menimbulkan tantangan kesehatan masyarakat yang utama.
Tingkat obesitas di antara mereka yang berusia 5-19 telah meningkat sepuluh kali lipat dalam waktu lebih dari empat dekade, dari 11 juta di tahun 1975 menjadi 124 juta pada tahun 2016.
Penulis utama laporan tersebut, Majid Ezzati, profesor di Imperial’s School of Public Health, mengatakan, “Selama empat dekade terakhir, tingkat obesitas pada anak-anak dan remaja telah meningkat secara global, dan terus berlanjut di negara berpenghasilan rendah dan menengah. “ ungkapnya.
Anak-anak sekarang lebih mungkin kelebihan berat badan daripada tidak di sejumlah negara berpenghasilan menengah, termasuk di daerah seperti Asia Timur, Amerika Latin dan Karibia.
“Ini mungkin merupakan hasil dari peningkatan konsumsi makanan olahan dan padat energi,” ujarnya.
Makanan semacam itu diketahui menyebabkan kenaikan berat badan dan masalah kesehatan lainnya saat dimakan berlebih. “Tren yang mengkhawatirkan ini mencerminkan dampak dari pemasaran makanan dan kebijakan di seluruh dunia, dengan makanan bergizi yang sehat terlalu mahal bagi keluarga dan masyarakat miskin,” kata Ezzati.
“Kami membutuhkan cara untuk membuat makanan sehat dan bergizi lebih banyak tersedia di rumah dan di sekolah, terutama di keluarga miskin dan masyarakat, dan peraturan dan pajak untuk melindungi anak-anak dari makanan yang tidak sehat.” tandasnya, dilansir Al Jazeera.
Tingkat obesitas telah stabil di negara-negara berpenghasilan tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hampir 2 miliar orang di seluruh dunia sekarang kelebihan berat badan, 671 juta di antaranya mengalami obesitas.





