Wisata Hantu Sandiaga

Kepala manusia terbang dengan usus terburai, di Kaltim disebut si Kuyang.

SANDIAGA Uno termasuk pengusaha sukses. Saking banyaknya uang, dia 2 kali siap menghambur-hamburkannya demi jabatan politik. Ciri khas orang sukses adalah, pandai memanfaatkan peluang. Maka ketika menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatip, dia menjadi kelewat kreatip. Sampai-sampai hantu pun mau dieksploitir menjadi obyek wisata. Karena beliaunya tahu persis, orang Indonesia masih banyak yang percaya hantu-hantuan, sementara si hantu takkan pernah minta dana kompensasi atau bagi hasil.

Kenapa orang Indonesia banyak yang percaya hantu? Karena sejak kecil oleh orangtua dan lingkungannya sering sengaja dicekoki rasa takut lewat hantu-hantuan. Anak Jawa misalnya, sedari bocah sudah sering mendengar ancaman, “Awas, ana momok!” Di kesempatan lain, juga sering dapat peringatan, “Aja liwat kono, ana glundhung pringise.” Padahal momok itu sendiri seperti apa bentuknya, tak pernah digambarkan. Begitu juga dengan si glundung pringis, anak-anak hanya bisa berkhayal, mungkin hantu species ini suka menggelundungkan diri sambil meringis.

Setahun pertama kabinet Indonesia Maju periode kedua, Presiden Jokowi menilai Kemenparekraf di bawah Wishnutama kurang berhasil di tengah pandemi Covid-19. Krenanya kemudian digantikan oleh Sandiaga Uno mantan Wagub DKI dan mantan Cawapresnya Prabowo. Diharapkan di bawah Sandiaga DTW (Daerah Tujuan Wisata) dan ekpor industri kreatip semakin meningkat.

Sesuai dengan nomenklatur kementrian, Sandiaga Uno ini memang sangat kreatip. Mungkin Presiden Jokowi mencermati sejak bersaing di Pilpres 2019 lalu. Ketika kampanye Sandiaga Uno begitu kreatipnya, sampai-sampai telpon pakai tempe potong, segepok petai dipakai kudung di kepalanya. Dia kala itu juga begitu bangga, telah berkampanye ke seribu titik, sementara Capres Prabowo punya satu Titik saja lepas alias diceraikan pasca era reformasi.

Dan benar saja, kekreatifannya dia tunjukkan begitu ditunjuk menjadi Menparekraf. Dia ingin mengkomersilkan hantu-hantu di seluruh Indonesia untuk menjadi arene wisata. Katanya, hantu-hantu kita lebih menyeramkan ketimbang hantu manca negara. Jika hantu legendaris asing hanya vampire dan drakula, kita punya ribuan hantu yang tersebar di setiap daerah. Hantu made in Indonesia jauh lebih horor dan bikin orang histeris.

Sebut saja di Aceh, di sana ada hantu Balum Bili yang beroperasi di sungai-sungai, bikin orang mati hanyut. Di Tapanuli (Sumut) ada Begu Ganjang, hantu berambut panjang yang berdiam di pohon-pohon besar. Sedangkan di Sumbar ada dikenal Siampa, hantu khas Minangkabau. Sosok hantu ini digambarkan memiliki perawakan yang tinggi besar, hitam, serta mata yang merah menyala. Masyarakat setempat percaya kalau ada orang yang merasa ketindihan ketika tidur, maka orang tersebut telah diganggu oleh Siampa.

Orang Banten punya hantu Bobongkok dan Keukeuk. Hanti mainnya di aliran sungai, dia bisa menyulap dirinya jadi tikar digelar, tapi begitu diduduki langsung tenggelam orangnya. Kemudian di Jabar (pasundan)  ada hanti Jurig Jarian yang suka gondol anak-anak 10 tahun ke bawah menjelang magrib, yang di Jateng biasa disebut Cepet, Wewe atau Lampor.

Tanah Jawa di Jateng-Jabar, memang gudangnya hantu. Hantu kuntilanak disebut Sundel Bolong atau peri, karena berwajah cantik macam pesinetron tapi punggungnya bolong. Ada pula Banaspati yang konon berupa hantu api, kemudian Kemamang yang bentuknya macam burung tapi jika menggelitik orang bisa mati kaku. Lalu Glundung Pringis sebagai yang telah disebut di awal tulisan.

Paling menasional adalah pocong, hantu berupa kain pembungkus mayat yang bisa terbang dan jalan berjungkit-jungkit itu konon paling ditakuti ludahnya. Bila ludahnya kena orang, akan membusuk tak kunjung sembuh macam kena penyaki diabetes basah. Tapi hantu ini sering diadopsi di dunia hukum, untuk bersumpah. Siapa yang bohong dan jahat konon akan disegerakan menjadi pocong alias mati dan dikafani.

Masih ribuan lagi hantu dari Sabang sampai Merauke berjajar makhluk halus. Dan ini semua nantinya akan dikomersilkan oleh Sandiaga Uno. Untuk melobi hantu-hantu tersebut agar mau diajak kerjasama, tentunya Menparekraf harus bekerja sama dengan Hari Panca, juragan uji nyali di TV. Karena dia memang banyak punya relasi di dunia perhantuan.

Entah kapan hantu-hantu itu mau dikumpulkan Pak Menteri, Kira-kira hidangan dengan hidangan kembang dan kemenyan. Paranormal pasti juga diajak kerjasama, karena dia juga banyak tahu seputar hantu-hantuan, termasuk alamat di mana mereka tinggal. Bisa di pohon-pohong angker atau omah suwung yang lama tak di huni.

Tapi di era milenial begini, gagasan Menteri Sandiaga Uno banyak dikecam. Di era digital begini kok masih percaya hal-hal takhayul. Rudi S. Kamri dalam yoyutbe Kanal Anak Bangsa menyebut, Sandiaga Uno terlalu halu ketika anak-anak bangsa berlomba ke bulan. Masih banyak obyek wisata lain yang perlu digali, tapi bukan yang berbau mistik.

Lihat saja nanti, jalan atau tidak program Menparekraf kita. Bila benar-benar dilaksakanan, nantinya akan terjadi dana APBN untuk belanja kemenyan, kembang mawar dan kenanga. Karena property semacam ini sangat akrab dengan jagad perhantuan. (Cantrik Metaram).

Advertisement