BENGKULU – 100 orang yang tertahan satu malam di pulau Tikus akibat cuaca buruk di perairan Samudera Hindia, akhirnya dapat meneyberangi laut dan tiba di Bengkulu dengan selamat.
“Semuanya sudah menyeberang ke Bengkulu dengan selamat,” kata Feri Vandalis, pemandu wisatawan di Bengkulu, Senin (12/12/2016).
Menurutnya merekan tertahan karena kondisi perairan yang dilanda hujan badai membuat nelayan yang menahkodai kapal pembawa wisatawan domestik itu tidak berani memaksakan diri kembali ke Bengkulu pada Ahad (11/12/2016) sore kemarin.
Akinatnya mereka memilih bertahan di pulau seluas 0,6 hektare tak berpenghuni tersebut dengan peralatan seadanya.
“Tapi ada rombongan sebanyak 33 orang yang menyeberang tadi malam, mereka sampai di Bengkulu pukul 22.00 WIB,” kata Feri.
Feri menambahkan saat berangkat ke Pulau Tikus pada Ahad (11/12) pagi, kondisi cuaca di perairan itu cukup tenang. Namun, cuaca ekstrem berupa gerimis disertai angin kencang melanda Kota Bengkulu sejak Ahad siang hingga malam hari.
“Trip yang ditawarkan hanya wisata bahari satu hari, jadi tidak ada persiapan untuk menginap,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Untuk memenuhi makan malam lanjut Feri, bersama nelayan lokal yang berteduh di Pulau Tikus, pihaknya mencari ikan di sekitar pulau. Pulau Tikus, berjarak sekitar 10 mil laut dari Kota Bengkulu memang menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati wisatawan domestik.





