WNI Positif Corona di Solo yang Meninggal Sempat Ikuti Seminar di Bogor, Pemprov Jabar dan Jateng Lakukan Koordinasi

Ilustrasi pemeriksaan sampel darah bagi pasien corona/IST

SOLO – Satu pasien RSUD Dr Moewardi Solo yang meninggal dunia dinyatakan positif terinfeksi virus corona memiliki riwayat perjalanan mengikuti seminar di Bogor sebelum mengeluhkan sakit.

Pasien berusia 59 tahun tersebut juga Warga Negara Indonesia (WNI) pertama yang meninggal dunia akibat terjangkit Covid-19, setelah sebelumnya seorang WNA meninggal akibat corona di Indonesia.

Pemerintah masih belum memastikan pasien positif korona yang meninggal di Solo itu masuk cluster mana, karena saat ini masih dilakukan tracking yang melibatkan tiga daerah yakni Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pasien diketahui pertama kali menjalani perawatan isolasi di RSUD Dr Moewardi Solo pada Minggu (8/3/2020). Statusnya saat itu suspect (terduga) virus corona. Sebelum masuk rumah sakit, dia diketahui memiliki riwayat perjalanan mengikuti seminar di Bogor, Jawa Barat.

Selanjutnya menjalani perawatan selama empat hari hingga dinyatakan meninggal pada Rabu (11/3/2020). Hari itu juga jenazah pasien dipulangkan ke rumah keluarga sekaligus kampung halamannya di Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Malam di hari yang sama, jenazah langsung dikebumikan.

“Pemakamannya dilakukan seperti biasa. Namun, petugas dari RSUD Moewardi Solo menyatakan keluarga tidak boleh membuka peti jenazahnya,” kata tetangga pasien, Tamyiz, Jumat (13/3/2020), dikutip Sindonews.

Selama ini pasien tinggal di Solo, Jawa Tengah dalam menjalankan usahanya sebagai pedagang. Namun semua keluarganya ada di Magetan, Jawa Timur. Pemprov Jateng telah mengisolasi empat toko di Solo yang pernah berhubungan dengan pasien positif virus korona tersebut.

“Kemungkinan pasien yang meninggal itu berhubungan dengan banyak orang. Karena ada beberapa toko yang ada di Solo kalau enggak salah ada empat toko, kami minta untuk tutup. Jadi ada isolasi satu hari untuk pengecekan full dari kita pemerintah,” ujar Ganjar dalam siaran langsungnya melalui akun twitter Pemprov Jateng, Jumat (13/3/2020).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan langsung bergerak cepat melakukan tracking perjalanan pasien begitu mendapat laporan kematian tersebut. Pasien ini memiliki riwayat mengikuti seminar di Bogor Jawa Barat. Penelusuran riwayat perjalanan pasien itu dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Jabar, Jatim dan Pemkot Surakarta (Pemprov Jateng).

“Kami minta pengecekan di Bogor. Juga koordinasi dengan Jawa Timur karena dimakamkan di sana, keluarganya juga di sana,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan koordinasi lintas pemerintahan tersebut dilakukan, selain karena riwayat perjalanan pasien yang meninggal tersebut berada di tiga wilayah, COVID-19 juga telah ditetapkan WHO sebagai Pandemi.

“Ini kan bukan hanya soal Jawa Tengah, tapi berhubungan dengan Jabar dan Jatim. Apalagi sudah ditetapkan Pandemi. Maka kita perlu gotong-royong,” katanya.

Pasien meninggal di RSUD dr Moewardi Solo pada Rabu (11/3/2020) dan pasien ini masih dalam status suspect (terduga) korona dan belum dinyatakan positif.  Hasil lab baru dinyatakan positif pada Jumat (13/3/2020).

Advertisement