WPF: Jalan Tengah Menuju Peradaban

Menlu RI Retno Marsudi di sela-sela Forum Perdamaian Dunia ke-7 (WPF) dengan mengedepankan konsep jalan tengah untuk membangun perdaban yang digelar di Jakarta, 14 dan 15 Agustus.

FORUM Damai Dunia (World Peace Forum ) ke-7 dengan mengedepankan konsep jalan tengah sebagai solusi untuk membangun peradaban dunia berazaskan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi dan keterbukaan digelar di Jakarta, 14 dan 15 Agustus.

“Pendekatan jalan tengah tidak mudah, karena menuntut komitmen dan determinasi tinggi, tentu juga pendekatan yang bisa diimplementasikan, “ kata Menlu RI Retno Marsudi saat membuka WPC ke-tujuh tersebut di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, Indonesia secara konsisten terus mengirimkan pesan mengenai wasatiyah Islamiyah atau Islam jalan tengah, sementara para pendiri bangsa ini juga telah menerapkan konsep tersebut guna mewujudkan kemerdekaan.

“RI secara konsisten menjadi bagian solusi untuk mewujudkan perdamaian dunia dengan menjalin kerjasama, baik secara bilateral, regional mau pun global, “ kata Retno.

Retno menyoroti tiga persoalan untuk mengimplementasikan konsep jalan tengah yakni sikap toleran yang dilandasi keadilan dan keterbukaan terutama di kalangan anak muda, diterapkan dalam program-program pemerintah sehingga dijadikan solusi persoalan politik, ekonomi dan sosial dan yang ketiga, perwujudan keadilan.

WPF ke-7 yang digelar Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban bekerjasama dengan Centre for Dialog among Civilization (CDCC) dan Cheng Ho Multi Culture Education Trust Malaysia dihadiri sekitar 250 tokoh dan pegiat perdamaian dari 43 negara

Sementara Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antarnegara dan Peradaban Din Syamsudin dalam jumpa pers menjelang WPF ke-7 pekan lalu mengemukakan, radikalisme tidak dapat dilihat hanya dari sepak terjang satu kelompok atau agama tertentu.

Menurut dia, umat Islam di Indonesia bersifat moderat, karena sejauh ini, sebagai kelompok mayoritas, tetap bersikap toleran pada perbedaan, sehingga keterbukaan dan kebesaran hati mereka berperan menjaga keberagaman.

Konsep Jalan Tengah

Pada bagia lain, Din mengatakan, tema yang diambil : “The Middle Path for the World Civilizations” atau mengedepankan konsep jalan tengah mengenai keseimbangan, keadilan dan moderasi untuk membangun peradaban dunia.

“Dunia mengalami gempa dan tsunami peradaban sehingga banyak pakar menyimpulkan, dunia kini tengah mengalami ketidaktertiban,” kata Din.

Menurut dia, jalan tengah yang dimaksud merupakan benang merah antara dua ideologi berbeda, contohnya ideologi Pancasila di Indonesia.

“Jalan tengah coba kita angkat. Dari agama dan dari ideologi negara atau bangsa di dunia ini, seperti Indonesia dengan Pancasila. Ini ada nuansa jalan tengahnya,” kata Din.

Pembahasan serupa sudah dilakukan di level PBB yang menghasilkan Sustainable Development Program (SDGs), namun, program tersebut masih belum diterapkan di seluruh dunia.

Inisiatif dan masukan para tokoh dunia di WPF akan dirangkum dalam Jakarta Message sehingga diharapkan dapat memberi masukan bagi para pembuat kebijakan dan diterapkan dalam kehidupan bernegara masing-masing.

Dunia milik kita semua. Mari kita bangun peradaban dengan kedamaian!

Advertisement