Yogya ‘Tidak Aman’, Pelajar Bungkam Mulut Pakai Lakban

Akis Pelajar Yogyakarta, prihatin terhadap kondisi kotanya. Foto: KRJogja

YOGYAKARTA – Puluhan pelajar di Yogyakarta melakban mulutnya. Mereka manyampaikan aspirasi dengan membagikan flyer berjudul ‘Aksi Solidaritas Pelajar’ kepada pengendara yang lewat.

Dengan berbaju putih abu-abu, mereka berdiri di berbagai sudut Tugu Pal Putih, Ahad (18/12/2016).

Sebagian dari Mereka yang tidak menutup mulutnya dengan lantang berseru, membaca puisi tentang kegelisahan mereka.

Mereka resah karena kekerasan antar pelajar di Yogyakarta menelan korban jiwa. Gaung seruan ‘Jogja tak lagi aman’ dengan ironis disandingkan pada kota berjuluk Kota Pelajar.

Para pelajar gelisah, pemberitaan buruk terus menimpa kota tempat mereka menuntut ilmu. Mereka tergerak menyatukan diri. ‘Kami bergerak dengan hati kami, kami membisu untuk peduli. #SaveSolidarity #Save Kota Pelajar’.

“Kami membawa harapan dan misi ke depannya pelajar bisa bersatu tanpa terkekang batasan perbedaan asal sekolah,” tutur M Khalid selalu koordinator aksi seperti yang dikutip KBK dari KRJogja.

Aksi bisu dipilih sebagai simbol keprihatinan mereka menyikapi riuh berita dan provokasi negatif yang marak pasca kasus ‘klithih’ yang korban dan pelakunya adalah sesama pelajar.

Aksi ini ditutup pukul 20.00 dengan menyalakan lilin sebagai simbol harapan dan do’a bersama untuk masa depan pelajar Jogja yang lebih baik.

Advertisement