Yuk, Siap-siap Hadapi Banjir

Ilustrasi/ Ist

MUSIM penghujan ditandai cuaca ekstrim bakal  mendekat di penghujung tahun ini sehingga perlu diantisipasi dan diwaspadai guna menghindari kerugian nyawa dan harta benda.

Peneliti cuaca dan iklim Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika Siswanto mengingatkan, meningkatnya cuaca ekstrim di sejumlah wilayah terutama di  P. Jawa terjadi akibat menguatnya  siklon tropis.

Menurut dia, iklim monsun Asia yang basah semakin menguat, juga  diakibatkan aktifnya pola zona konvergensi antartropis yaitu daerah petemuan angin pasat dari belahan bumi utara dan belahan bumi selatan disebabkan tekanan rendah di sekitar katulistiwa.

Menurut Siswanto, tren pembentukan siklon tropis kategori 3 yang kuat dan memiliki daya rusak di perairan Samudera Hindia bagian selatan naik signifikan, baik volume mau pun durasinya.

Mengacu pada fenomena tersebut, peningkatan cuaca ekstrim diprakirakan akan melanda wilayah yang berbatasan dengan Samudera Hindia yakni bagian barat Sumatera dan selatan Jawa.

Cuaca di wilayah tersbut, lanjutnya, kemungkinan besar dipengaruhi badai tropis yang sebagian pusatnya di laut lepas, sedangkan  menyaksikan perkembangan bibit sikon Jatim,  potensi hujan ekstrim dikhawatirkan bakal melanda  wilayah Tasikmalaya, Kebumen dan Yogyakarta serta pesisir selatan Jawa.

Menurut catatan, hujan di P Jwa dalam beberapa terakhir ini semakin merata dengan intensitas berbeda. Contohnya di daerah DI Yogyakarta, hujan rintik-rintik turun tanpa henti sejak Kamis malam hingga sepanjang keesokan harinya.

Sejumlah bencana meterohidrologi juga terjadi, walau tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Puluhan rumah retak-retak akibat tanah longsor di Desa Panulisan Timur, Kec. Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah, sementara pergerakan tanah juga terjadi di Desa Matenggeng di kecamatan sama sehingga menutup sejumlah jalan desa.

Banji dilaporkan juga melanda wilayah Nagari Ganggo Hilir, Bonjol, Kab. Pasaman, Sumatera Barat sejak Kamis lalu sehingga merendam puluhan rumah, sedangkan pekan sebelumnya banjir juga menggenangi Nagari Simpang Tonang, Kec. Dua Koto di kabupaten sama.

Bencana alam tidak dapat dihindari, namun persiapan lebih baik,  dampak kerugiannya tentu dapat diminimalisasi.

Kehati-hatian,  mengurangi atau mengindari perjalanan bagi pengendara terutama kendaraan beroda dua di jalanan licin yang baru diguyur hujan diharapkan dapat menekan jumlah korban manusia.

Bersiap dan waspada lah mengantisipasi banjir dan longsor!

(Kompas/NS)

 

 

 

 

Advertisement