NAYPYDAW – Total 1.054 korban tewas sejak kudeta militer di Myanmar berlangsung tujuh bulan lalu.
Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mencatat tambahan tiga korban tewas asal Sagaing dan Negara Bagian Kayah.
“Junta menangkap warga bernama Win Aung dan Shine Wunna Aung di Kotapraja Kalay, Sagaing, pada 7 September, serta memaksa keduanya untuk bertindak sebagai pemandu. Keesokan harinya, 8 September, jenazah kedua korban ditemukan penduduk setempat yang kembali ke desa mereka setelah mendengar pasukan junta telah pergi,” lapor AAPP, Rabu Malam (8/9/2021)..
Laporan itu menambahkan, menurut seorang penduduk desa setempat, ada luka-luka di tubuh mereka yang konsisten dengan penyiksaan.
AAPP sekaligus melaporkan kantor polisi Dimawso, Negara Bagian Kayah, menembakkan peluru artileri pada 7 September dan membuat warga melarikan diri dalam ketakutan.
Dilansir Anadolu, Myanmar diguncang kudeta sejak 1 Februari di mana militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.
Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.





