10 Ibu Hamil di Tabanan Terjangkit HIV

ilustrasi

BALI – Sepanjang tahun 2017, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan mencatat ada  10 ibu hamil terjangkit HIV dan untuk memutus penularan virus dari ibu kepada calon bayi, Dinkes Tabanan menerapkan pemeriksaan HIV untuk ibu hamil di setiap puskesmas Tabanan.

Meski bukan pemeriksaan wajib, namun tes HIV selalu disarankan bagi setiap ibu hamil yang memeriksakan kandungan ke Puskesmas.

Tujuannya, untuk mendeteksi dini keberadaan virus sehingga ibu tersebut bisa segera mendapatkan terapi VCT dan mencegah virus menular pada janin yang dikandungnya.

“Tahun 2017 tercatat 10 ibu hamil positif HIV, pada 2016 tercatat 11 orang ibu hamil,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika, Rabu (11/10/2017).

Ia menerangkan, rata-rata dalam setiap tahun di Tabanan tercatat 5.000 ibu hamil.

Pada 2016 dari 11 ibu hamil yang terinfeksi HIV, 10 di antaranya menjalani program PMTCT atau pencegahan transfer virus HIV dari ibu ke bayi.

Sementara satu orang tidak kembali untuk menjalani pemeriksaan atau putus kontak.

“Sampai 2017, 10 ibu hamil masih masih terpantau dan menjalani PMTCT,” ujarnya, dilansir Tribun Bali.

Status ibu hamil yang positif HIV tidak semuanya diketahui oleh suami maupun keluarga dekatnya karena dalam membuka status pasien HIV harus dengan persetujuan pasien sendiri.

Advertisement