NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres mengatakan jika hukuman mati tidak banyak mencegah kejahatan karenanya ia menyerukan kepada semua negara yang tidak melarang praktik ekstrem tersebut untuk segera menghentikan eksekusi.
“Hukuman mati tidak memiliki tempat di abad ke-21,” Guterre berbicara di samping Andrew Gilmour, Asisten Sekretaris Jenderal untuk Hak Asasi Manusia, pada sebuah acara di Markas Besar PBB, di New York.
PBB dalam hal tersebut menyambut bahwa sekitar 170 negara di seluruh dunia telah menghapus hukuman mati tersebut dan memberikan moratorium penggunaannya yang terakhir, yakni Gambia dan Madagaskar.





