KABUL (KBK) – Jumlah warga sipil Afghanistan tewas dan terluka sepanjang 2015 melampaui 11.000 orang.
Angka ini dtenggarai tertinggi sejak invasi Amerika Serikat (AS) ke wilayah negeri Saddam Husein itu, 14 tahun yang lalu.
Dalam laporan tahunan PBB yang dikeluarkan Ahad (14/2/2016), ada 3.545 korban jiwa sipil dan 7.457 orang luka-luka. Korban anak-anak tewas sangat tinggi, ketika pasukan keamanan Afghanistan menghadapi lonjakan serangan dari Taliban dan kelompok bersenjata lainnya.
“Total 11.002 sipil yang menjadi korban, angka ini naik empat persen dibandingkan dengan 2014,” tulis laporan tersebut.
Menurut catatan Al Jazeera, Senin (15/2/2016), diperkirakan 59.000 korban jiwa dari sipil di Afghanistan yang sudah tercatat sejak 2009 oleh PBB.





