
SEKITAR 265 juta orang penduduk dunia berpotensi terancam kelaparan pada akhir 2020 akibat imbas kelesuan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 jika upaya pencegahannya tidak membuahkan hasil.
Kepala Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat PBB Mark Lowcock, kepada ABC News (17/7) menyebutkan, paling tidak dibutuhkan 10,3 miliar dollar AS (Rp 151,3 triliun) untuk mencegah kelaparan akibat resesi ekonomi global dan pengalihan dana bagi penanganan Covid-19.
Untuk itu Lowlock menyerukan pada negara-negara maju agar meningkatkan investasi dan ekspor mereka ke negara-negara yang paling rentan terkena imbas Covid-19.
Saat itu dana yang terkumpul baru 1,7 miliar dollar AS (Rp 24,97 triliun), sementara PBB menargetkan suntikan dana bagi 63 negara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan di sejumlah negara yang kegiatan ekonominya paling parah terimbas Covid-19.
Pandemi Covid-19 (sampai 16/7) telah memapar sekitar 13,6 juta warga di 216 negara, sekitar 588.000 diantaranya tewas, korban terbanyak di AS (sekitar 3,5 juta terpapar dan 139,2 ribu meninggal) disusul Brazil (sekitar 1,93 juta terpapar dan dan 74,2 ribu meninggal).
Di Indonesia sendiri, Covid-19 telah memapar 81.668 orang dan menewaskan 3.873 orang, tren penyebarannya pun meningkat, sementara Presiden Jokowi juga mengingatkan, petumbuhan ekonomi bisa berkontraksi sampai minus 17 persen jika penyebaran virus itu tidak bisa ditangani. (ABC News/ns)




