SETELAH Fadli Zon dan Fachri Hamzah, Istana juga akan memberikan penghargaan bintang Mahaputra kepada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Ini menjadi menarik, karena di satu sisi dia mantan Panglima TNI, tapi di sisi lain merupakan deklarator KAMI yang selalu mengkritisi pemerintah. Tapi sebagaimana kata Menko Polhukam Mahfud MD, bintang Mahaputra untuk mantan pejabat tinggi negara itu sifatnya otomatis, karena merujuk pada UU Gelar & Tanda Jasa No. 20/2009.
Jaman Orde Baru dan sebelumnya, penerima bintang Mahaputra ini tidak sembarangan. Seleksinya sangat ketat, intinya: dia memiliki pengabdian dan perjuangan luar biasa bagi bangsa dan negara Indonesia. Sekarang, asal pernah jadi menteri, kepala lembaga negara dan wakilnya, otomatis dapat bintang Mahaputra. Kesannya, bintang Mahaputra kok diobral seperti sembako BLT Covid-19 saja.
Fasilitas istimewa penerima bintang Mahaputra adalah, ketika meninggal berhak dimakamkan di TMP Kalibata. Setiap 5 tahun sekali pemerintah setidaknya harus mengeluarkan bintang Mahaputra untuk mantan menteri, kepala lembaga negara dan wakilnya. Jumlahnya bisa mencapai 60 orang. Jika semua nanti bersedia dimakamkan di TMP Kalibata, sekian tahun kemudian bisa saja lahan itu penuh. Asal tahu saja, TMP Kalibata yang luasnya sekitar 23 hektar itu, hingga kini telah menampung 10.105 jenazah.
Kebanggaan dimakamkan di TMP Kalibata, adalah kebanggaan keluarga yang ditinggalkan. Bagi yang bersangkutan sih, status TMP Kalibata takkan menjadikan “dispensasi” akan perhitungan segala amal perbuatannya di dunia. Maka jangan heran, Bung Hatta sang proklamator dan juga Jendral Hugeng Imam Santosa, menolak dimakamkan di sana. Sebab di TMP Kalibata juga tak ada jaminan bahwa penghuninya adalah sosok bersih yang punya pengabdian luar biasa bagi bangsa negara.
Keduanya menunjuk pada almarhum Muhammad Tahir mantan petinggi Pertamina. Meski dia dimakamkan di TMP Kalibata (1976), ternyata terlibat korupsi di BUMN migas tersebut. Dan faktanya, meski almarhum seorang koruptor tapi tak juga dipindahkan ke tempat lain, karena memang tak ada aturannya.
Ketika pemerintah menganugerahkan bintang Mahaputra Nararya untuk Fadli Zon dan Fachri Hamzah, publik bertanya-tanya. Bagaimana sosok yang selalu nyinyir pada pemerintah bisa memperoleh tanda jasa semacam itu? Dan tanda tanya yang sama kini dialamatkan juga kepada Gatot Nurmantyo. Soalnya mantan Panglima TNI ini belakangan sibuk mondar-mandir ke pelbagai daerah untuk menghadiri deklarasi KAMI. Padahal gerakan moral ini isinya selalu menyerang pemerintah.
Menko Polhukam Mahfud MD penjelasannya sama, baik untuk Fadli-Fachri maupun Gatot Nurmantyo. Penganugerahan itu sifatnya otomatis, karena ketiganya pernah menjabat di sejumlah lembaga negara. Fadli-Fachri sebagai Wakil Ketua DPR, sedangkan Gatot Nurmantyo adalah mantan Panglima TNI. “Justru menjadi tak adil, jika karena mereka terlalu kritis pada pemerintah, lalu tak memperolehnya.” kata Mahfid MD.
Tapi jangan lupa, Presiden Jokowi adalah sosok yang gemar akan simbol-simbol kearifan lokal. Karena dia berasal dari Solo yang menjadi pusat budaya Jawa sebagaimana Yogyakarta, maka beliau sering kali mengutip ucapan para leluhur. Misalnya: Yen landep aja nganti natoni, yen banter aja nganti nglancangi. Dalam kesempatan lain Jokowi juga sering mengatakan: Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake.
Bertolak dari filosofi Kejawen tersebut, dia ingi merangkul lawan-lawan politiknya secara terhormat. Jokowi ingin menang, tapi tanpa mempermalukan yang dikalahkan. Ternyata efektip juga. Buktinya semenjak memperoleh bintang Mahaputra Nararya bulan Agustus lalu, mantan Wakil Ketua DPR Fachri Hamzah kini kalem menyikapi pemerintahan Jokowi. Bagaimana dengan Fadli Zon, dia mah memang aksioma.
Tanggal 10 Nopember besok, mantan Panglima TNI akan memperoleh bintang Mahaputra Adipradana. Akankah dia hadir dan menerima, atau tidak hadir sebagai tanda penolakan. Di medsos sih banyak gossip yang mengatakan Gatot menolak. Padahal menurut detikcom (04/11), yang bersangkutan belum bisa menjawab karena belum terima undangan resmi. (Cantrik Metaram)





