JAKARTA – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan sejak hari pertama terjadinya gempa dan tsunami, berbagai negara sudah menawarkan bantuan kemanusiaan baik yang disampaikan langsung melalui Presiden Joko Widodo atau Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
“Bantuan asing yang diharapkan, diprioritaskan adalah pesawat terbang, pesawat angkut seperti C-130 atau sejenisnya, tenda pengungsi, alat pengolahan air, genset, rumah sakit lapangan, dan peralatan medisnya,” kata Arrmanatha, Kamis (4/10/2018).
Menurut Arrmanatha, sampai saat ini sudah ada 18 negara dan dua organisasi internasional yang sudah memberikan daftar bantuan secara konkret, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Turki, dan Arab Saudi.
Dia mengatakan pesawat yang membawa bantuan kemanusiaan dari Singapura dan India sudah mendarat di Balikpapan dan Palu.
Sementara sudah 13 negara mendapat izin masuk untuk membawa bantuan kemanusiaan bagi korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu. Meski begitu, tidak otomatis pesawat dari 13 negara yang sudah mendapat izin bisa langsung masuk tapi melihat kapasitas di bandar udara di Balikpapan, Palu, atau Makassar.
Arrmanatha menekankan bantuan berupa pesawat angkut militer tetap dibolehkan masuk namun dengan jumlah personel yang terbatas.





