PACITAN – 13 rumah di Kelurahan Karangnongko, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan mengalami retak-retak akibat fenomena pergerakan tanah.
Garis retakan menjalar semakin membesar sejak tiga bulan pertama kali ditemukan. Kendati belum parah merusak rumah dan mengancam jiwa, namun fenomena tersebut cukup membuat warga merasa was-was.
“Rasa was-was tetap ada. Sebab retakan ini terus berkembang,” ujar korban pergerakan tanah Karangnongko, Slamet Kuncoro, dilansir beritajatim, Selasa (14/3/2017).
Menurutnya, garis retakan pertama kali diketahui di teras rumahnya dan kini menjalar sepanjang 20 meter mencapai ke bagian belakang rumah. Akibat retakan di lantai itu, lantai terasnya bergelombang. Hal itu juga membuat pintu depan rumahnya tidak bisa lagi dibuka tutup.
“Kerap terdengar suara tiang penyangga atau lantai itu merekah. Kalau diamati, per hari kadang bisa sampai setengah sentimeter,” ujarnya.
Dari rumah Slamet, retakan rupanya terus menjalar sampai ke 12 rumah lainnya di rt 3/2. Sejak semakin parah Februari lalu, Slamet dan warga lainnya melapor ke kepala desa dan camat setempat.





