LEBAK – Satu warga meninggal dunia terseret banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sepanjang Ahad (6/12/2020).
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Pebby Rezki Pratama di Lebak, Senin, mengatakan warga yang meninggal dunia itu diketahui bernama Eni (50).
Petugas tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Relawan juga melakukan evakuasi seorang santri Apud (16) yang terbawa arus Sungai Cilangkahan, sedangkan dua temannya Saripudin (20) dan Andri (18) dapat diselamatkan.
Saat ini, kata dia, tim evakuasi masih fokus untuk melakukan penyisiran mencari korban yang belum ditemukan itu.
Banjir yang melanda wilayah di Kabupaten Lebak merendam sebanyak 1.200 rumah di 14 kecamatan akibat meluap sejumlah sungai.
Menurut dia, banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Lebak akibat hujan terjadi sejak Sabtu (5/12/2020) sore, hingga mengakibatkan sebanyak 1.200 rumah terendam yang tersebar di 14 kecamatan, 37 desa dan 29 rumah dalam kondisi rusak berat serta ringan.
Selain itu juga banjir tersebut menimbulkan kerusakan infrastruktur di antaranya jalan kabupaten sepanjang 10 meter dan jalan poros desa 10 meter ambles serta satu unit jembatan gantung roboh.
Ketinggian banjir itu berkisar antara 1,5 meter sampai 2,5 meter dan kebanyakan pemukiman warga yang dilanda banjir berlokasi di sekitar aliran sungai.
Banjir yang melanda 14 kecamatan itu, antara lain di Malingping, Sobang, Wanasalam, Cijaku, Muncang, Leuwidamar dan Cirinten.
Disamping itu juga Kecamatan Banjarsari, Cileles, Gunungkencana, Cigemblong, Cimarga, Cikulur dan Cibadak.





