DENPASAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Denpasar mengatakan kekeringan di Bali meluas dari sebelumnya 14 menjadi 15 kecamatan.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya mengatakan BMKG menerbitkan peringatan dini kekeringan di Pulau Dewata yang berlaku selama dasarian atau per 10 hari yang akan diperbarui berdasarkan pengamatan terbaru BMKG.
Sebanyak 15 kecamatan itu yakni Kecamatan Buleleng, Gerokgak, Kubutambahan, Sawan, dan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Kemudian Kecamatan Melayan, Kabupaten Jembrana; Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli; Kecamatan Karangasem dan Kubu, Kabupaten Karangasem.
Selanjutnya Kecamatan Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan, Kabupaten Badung; Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung; dan Kecamatan Denpasar Timur dan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Ia mengungkapkan, seperti dilansir Antara, kecamatan yang paling lama mengalami kekeringan adalah Kubu, Kubutambahan, dan Kintamani.
Pada 10 hari lalu, BMKG Denpasar mencatat kekeringan terjadi di 14 kecamatan di Bali.
Meskipun kekeringan di Bali meluas, kata dia, potensi terjadinya hujan di sejumlah titik di Bali terbuka lebar yang diperkirakan terjadi hingga 30 September 2023. Potensi hujan itu yakni di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Sidemen.





