Komitmen Kemitraan Bangsa Serumpun

Lawatan PM Malaysia Anwar Ibrahim yang dikenal sebagai sahabat Indonesia dan baru dilantik 24 Nov. lalu lebih mengeratkan hubungan kedua negara serumpun dan juga terciptanya kedamaian kawasan.

KEMITRAAN antara bangsa serumpun RI – Malaysia tak tergoyahkan bahkan makin kokoh, tercermin dari tradisi bagi setiap pemimpin baru Malaysia untuk menjadikan Indonesia, negara pertama yang dikunjungi.

Tradisi tersebut terus dilakukan mulai dari PM Malaysia Mahathir Mohammad (10 Mei 2018), lalu PMĀ  Sri Muhyidin Yasin 1 Maret 2020, PM Ismail Sabri Yakob (21 Agustus 2021) dan kini PM Anwar Ibrahim yang dilantik pada 24 November 2022 lalu.

PM Anwar yang memang dikenal dekat dengan Indonesia tersebut datang bersama Menlu Zambri Abdul Kadir, Menteri Perdagangan Int’l Zafrul Tengku Abdul Azis serta sejumlah pejabat terkait.

Selain persoalan tenaga kerja migran yang sering menjadi sandungan hubungan kedua negara, Ā dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istaa Bogor (9/1) dibahas isu lain menyangkut kerjasama bilateral dan juga isu regional terutama soal Myanmar dan juga isu global.

Sebelumnya, mendahului lawatan PM Anwar, Menlu Zambri juga sudah datang ke Jakarta (30/12) lalu termasuk membahas perlindungan pekerja migran asal Indonesia dengan mitra-mitra kerjanya.

Di bawah kepemimpinan PM Anwar, menurut Zambri saat itu, pemerintah Malaysia sedang mereformasi tatalaksana penanganan pekerja migran yang dianggap penting bagi perekonomian negara itu.

Sejauh ini,soal perlindungan tenaga kerja imigran dari Indonesia terutama di sektor informal yang sering membuat hubungan kedua negara memanas, mengingat terjadi sejumlah kasus kekerasan bahkan sampai merenggut nyawa.

Agar lebih fokus dan tidak terjadi tumpang tindih, Ā pemerintah Malaysia menempatkan Kemenlu sebagai satu-satunya instansi yang mengurusi pekerja migran yang sebelumnya ditangani beberapa instansi.

Sejak 2015 tercatat sekitar 1,88 juta pekerja migran asal Indonesia yang mencar nafkah di negeri jiran tersebut dan jumlahnya tidak berkurang, kecuali di tengah pandemi 2020 menjadi sekitar 1,6 juta orang.

Laman Kantor Berita Malaysia Bernama mengungkapkan, pada Ā lawatan perdana PM Anwar kali ini ditandangani delapan Ā nota kesepakatan dengan pihak swasta dan 11 pernyataan minat (Letter of Interest) sejumlah perusahaan lainnya dalam proyek pembangunan IKN.

Terus eratkan pergandengan tangan RI dan Malaysia demi kemaslahatan kedua bangsa dan negara, juga bagi terciptanya kedamaian dan kerukunan kawasan.

 

 

 

 

Advertisement