JENEWA–Krisis kemanusiaan tengah berlangsung di Asia Selatan. Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Inteernasional (IFRC) menyebutkan, lebih dari 16 juta orang terkenda dampak banjir di Nepal, Bangladesh, dan India.
IFRC mengutip pemerintah daerah setempat yang mengatakan bahwa kondisi banjir telah mencapai rekor tertinggi di Bangladesh. Air sungai-sungai besar seperti Jamuna telah melampaui batas status awas sejak tahun 1988. Ini merupakan banjir paling mematikan yang pernah dihadapi negara ini.
“(Bencana) ini menjadi salah satu krisis kemanusiaan yang paling serius dan tindakan mendesak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan jutaan orang yang terkena dampak banjir yang menghancurkan ini,” kata IFRC dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (18/8/2017).
IFRC menambahkan, lebih dari sepertiga kawasan Bangladesh dan Nepal telah terendam. Krisis ini bisa memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Di Nepal, IFRC mengatakan, banyak daerah yang terputus aksesnya karena tanah longsor. Warga pun terdampar tanpa makanan, air atau listrik. “Banjir tragis di Nepal ini telah menewaskan sedikitnya 128 orang dan 33 orang masih hilang,” ujar Dev Ratna Dhakhwa, sekretaris jenderal Palang Merah Nepal, seperti diberitakan Xinhua.
Di Bangladesh, IFRC merinci, lebih dari 3,9 juta orang terdampak karena meningkatnya air banjir. Sementara di India, lebih dari 11 juta orang dilaporkan terkena dampak banjir di empat negara bagian. Terlebih lagi, departemen meteorologi India meramalkan akan hujan lebat di wilayah ini dalam beberapa hari mendatang.





