1,8 juta Jiwa Penduduk Gaza Terancam karena Listrik Padam

0
71

GAZA – Sekitar 1,8 juta jiwa di Gaza terancam dan mengalami krisis, karena berhentinya pembangkit listrik di Gaza 3 hari berturut-turut karena ketiadaan bahan bakar.

Dinas kebersihan dan lingkungan di Gaza mengingatkan, akan terjadi krisis kemanusiaan dan lingkungan akibat berhentinya pembangkit listrik ini terutama di sektor air bersih dan kesehatan.

Krisis listrik berbarengan dengan musim panas dimana konsumsi air bersih mengalami peningkatan.

Sejumlah sumur air dan pompa air serta penyulingan limbah tidak bisa beroperasi  akibat terputusnya pasokan listrik.

Pihak internasional diminta bantuannya untuk menyelesaikan krisis listrik ini guna mencegah bencana kemanusiaan dan lingkungan di Gaza.

Gaza mengalami krisis listrik hari ke 3 sejak berhentinya pembangkit listrik, akibat ketiadaan bahan bakar.

Otoritas energi mengumumkan pada Senin (20/7/2015), pembangkit listrik tak bisa beroperasi karena ketiadaan bahan bakar, dan sejak sebulan ini tak ada suplai bahan bakar ke Gaza.

Saat ini otoritas energi hanya mampu menyuplai pasokan listrik untuk 6 jam setiap harinya dari jalur Mesir dan Israel.

Di kawasan padat penduduk, pemutusan arus listrik bahkan mencapai 20 jam setiap harinya, seperti diungkapkan warga di Gaza

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here