AS luncurkan rudal “Kiamat”

AS berhasil meluncurkan rudal balistik berkepala nuklir dengan jangkauan 6.800 km dan kecepatan 24.000 km per jam. (ilustrasi: Reuters)

AMERIKA Serikat berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California baru-baru ini.

Firstpost seperti dikutip kompas.com (24/5) melaporkan, Minuteman III yang dijuluki “rudal kiamat” ini terbang sejauh sekitar 4.200 mil (6.800 km) dengan kecepatan mencapai 24.000 km per jam sebelum tepat mengenai target di Pulau Kwajalein, Kepulauan Marshall.

Uji coba rudal berharga sekitar 30 juta dollar AS atau Rp495 miliar itu dilaporkan menggunakan hulu ledak tiruan dan menunjukkan akurasi yang tinggi.

Menurut Jenderal Thomas Bussiere dari Komando Serangan Global Angkatan Udara AS, peluncuran ini bukan sebagai respons ketegangan global, melainkan sebagai bukti kesiapan dan kekuatan sistem rudal nuklir AS.

Famili rudal Minuteman, seperti dilaporkan AFP,  merupakan satu-satunya rudal balistik berbasis darat yang masih aktif dalam triad nuklir AS, terdiri dari sistem peluncuran darat, laut, dan udara yang dikembangkan sejak 1970.

Rudal tersebut  disimpan dalam silo bawah tanah yang kuat dan diawasi 24 jam oleh petugas Angkatan Udara. Dengan jangkauan hingga 13.000 km, rudal setinggi 18,2 meter dan berbobot lebih dari 34 ton ini mampu membawa hulu ledak nuklir Mark-21 berdaya ledak 300-475 kiloton, jauh lebih dahsyat dibanding bom Hiroshima yang berkekuatan 15 kiloton.

Sistem pemandu canggih membuat Minuteman III memiliki akurasi sekitar 120 meter dari target, sangat presisi untuk ukuran rudal yang terbang ribuan kilometer.

Meski masih andal, usia Minuteman III yang lebih dari 50 tahun membuat AS mempersiapkan penggantinya, LGM-35A Sentinel yang dijadwalkan beroperasi pada 2029 dan diharapkan sepenuhnya menggantikan Minuteman III dalam dekade berikutnya.

Disebar

Saat ini, sekitar 450 unit Minuteman III tersebar di Montana, North Dakota, dan Wyoming, dan tetap menjadi andalan Angkatan Udara AS (USA).

Rudal menjadi senjata yang strategis untuk melancarkan serangan antarbenua ke depannya. Senjata ini sudah ada sejak lama dan bahkan sudah digunakan sejak PD II oleh pasukan Jerman melawan sekutu walau saat itu baru berupa roket belum menggunakan kendali.

Berikut deretan rudal balistik yang dibekali dengan perlengkapan canggih dan mampu menempuh jarak hingga puluhan ribu kilometer:

  1. RS-28 Sarmat, adalah rudal balistik antarbenua Rusia dijuluki Satan II menggunakan bahan bakar cair, berjangkauan 1.800 km, berat 208,1 ton, panjag 35,3 meter, dan diameter tiga meter. Sarmat RS-28disebut dapat memuat hingga 10 ton berbagai macam material peledak.
  2. R-36 (SS-18 “Satan) adalah salah satu rudal bagian ICBM yang dibuat Soviet pada perang dingin. Pada uji coba pertamanya, R-36 berhasil menempuh jarak sejauh 11.000 km dengan membawa hulu ledak  tunggal dengan daya ledak berkisar 18-25 megaton. .
  1. DF-41 (CSS-X-20), adalah DF-41 (CSS-X-20) adalah rudal balistik antar benua yang dibuat oleh Tiongkok.Berdasarkan laporan yang beredar, rudal dengan panjang 20-22 meter, diameter 2,25 meter, dengan 10 hulu ledak nuklir berbobot total 2.500 kg, bisa menjangkau target sejauh 15.000 km.
  1. Taepodong-2 (Unha-3), Korea Utara adalah rudal berbahan  berbahan bakar cair yang dikembangkan oleh Korea Utara.Dilansir dari sumber, rudal ini memiliki panjang 32 meter, diameter 2,4 meter, dengan muatan seberat 1.000-1.500 kg dan jangkauan hingga 10.000 km.
  1. DF-5A (CSS-4, Mod2), adalah rudal balistik antarbenua  pertama yang dikembangkan oleh Tiongkok pada 1966. Dari informasi yang beredar, rudal ini memiliki panjang 32,6 meter dengan diameter 3,35 m, dan bobot 183.000 kg.                                            Dengan muatan 3.900 kg dan hulu ledak berdaya 1-3 mt, rudal ini bisa menempuh jarak hingga 12.000 km.
  1. Minuteman III, adalah rudal balistik berbahan bakar  padat buatan AS yang dapat menembus jangkauan antarbenua hingga 13.000 km. Rudal yang dibuat AS ini memiliki panjang 18,2 m dan diamter l,85m dan membawa hulu ledak Mark 12A RV berdaya ledak 300 hingga 350 kT.
  2. DF-5B, adalah rudal balistik berbahan bakar cair buatan Tiongkok yang dapat menempuh jarak antar benua, atau sekitar 13.000 km.   Sekilas, rudal ini memiliki spesifikasi yang sama seperti DF-5. Bedanya, versi ini membawa hulu ledak MIRV dan dilengkapi dengan akurasi navigasi 300 m.
  3. D-5 Trident II (SLBM) adalah rudal balistik antarbenua buatan AS bersama Inggeris yang diluncurkan dari kapal selam. Rudal yang dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Inggris ini memiliki panjang 13,42 m, diameter 2,11 m, dan membawa muatan hingga 8 hulu ledak MIRV Mk4. Untuk jarak tempuh yang bisa dijangkau oleh rudal ini adalah 12.000 km. Rudal yang sudah beroperasi dari tahun 1990 ini masih digunakan sampai saat ini.
  4. RT-2PM Topol (SS-25), adalah rudal balistik antarbenua antarbenua yang dapat menempuh jarak hingga lebih dari 11.000 km.                                                            Rudal ini memiliki panjang 20,5 m, diameter 1,34m dan membawa muatan hulu ledak tunggal satu ton, menggunakan Post-Boost Viehicle yang menawarkan tingkat akurasi lebih tinggi.

10. DF-31A (CS-10Mod2) adalah rudal balistik antarbenua Tiongkok, menggunakan bahan bakar padat ini diketahui bisa menempuh jarak 7.000-11.700 km dengan membawa hulu ledak tunggal sebesar 500 kg.

Senjata pemusnah massal berkepala nuklir seperti kesepuluh jenis rudal tersebut memilki daya penghancur berlebihan sehingga malah membuat semua pihak menahan diri untuk tidak menggunakannya, kecuali jika terdesak. (AFP/kompas.com/wikipedia/ns)

 

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here