2.200 Anak Sekolah Korban Bencana Garut Butuh Bantuan

ilustrasi Relawan Dompet Dhuafa membersihkan sekolah dari lumpur karena banjir Garut. Foto: DMC

GARUT – Banjir bandang Garut telah membuat sebanyak 2.200 anak sekolah dasar, menengah maupun atas sederajat menjadi korban sehingga anak tersebut membutuhkan seragam dan peralatan sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, mengungkapkan, “Ada sekitar 2.200 anak yang menjadi korban terkena dampak banjir, mereka membutuhkan perlengkapan sekolah,” katanya di Garut, Minggu (25/9/2016).

Ia menuturkan seluruh anak yang terkena dampak banjir itu dari 15 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA. Sejak kejadian banjir, kata dia, kegiatan belajar mengajar tidak optimal karena banyak siswa yang seragam dan perlengkapan belajarnya hanyut terbawa arus banjir.

“Anak-anak tidak mempunyai perlengkapan sekolah karena hanyut dan terendam air,” ucapnya.

Lebih jelas ia mengatakan bantuan yang dibutuhkan berupa seragam sekolah, buku, tas, sepatu dan peralatan tulis untuk tingkat Paud, SD, SMP, dan SMA. “Mereka anak-anak sekolah korban banjir membutuhkan itu agar mereka bisa sekolah,” katanya.

Sementara itu sekolah yang terkena dampak banjir menyebabkan kursi, meja, lemari dan papan tulis, termasuk buku-buku di kelas maupun kantor rusak dan kotor. Bahkan, lanjut dia, ada delapan sekolah yang peralatan lab komputer, perpustakaan dan peralatan belajar mengajarnya rusak.

“Ada yang perlengkapan sekolah rusak, bahkan pada hari pertama bencana sekolah diliburkan dulu,” katanya. Demikian dilaporkan Antara.

Advertisement