2.350 Pengungsi Rohingya Terluka Saat Melarikan Diri

Pengungsi Rohingya/ Reuters

BANGLADESH – Bangladesh mengatakan pada Kamis (21//9/2017) bahwa pihaknya telah merawat lebih dari 2.350 pengungsi Rohingya yang terluka akibat kekerasan etnis di Myanmar, termasuk luka tembak dan parang juga karena ranjau darat.

Sekitar 422.000 pengungsi dari minoritas Muslim tanpa kewarganegaraan telah meninggalkan Negara Bagian Rakhine paling barat Myanmar sejak 25 Agustus.

Otoritas setempat dan badan bantuan di distrik Cox’s Bazar telah berjuang untuk menyediakan makanan, tempat tinggal dan perawatan medis untuk Rohingya, yang menceritakan kisah-kisah penyiksaan dan pemerkosaan oleh pasukan Myanmar dan milisi Buddha saat mereka melarikan diri.

Pihak berwenang Bangladesh mengatakan hampir 14.000 pengungsi telah dirawat di rumah sakit dan klinik medis untuk penyakit dan luka, termasuk 2.364 orang luka yang sesuai dengan kekerasan.

“Ini termasuk luka akibat peluru, ranjau atau senjata tajam seperti pisau,” kata Enayet Hussain, seorang pejabat departemen kesehatan senior, kepada AFP.

Pejabat Bangladesh percaya bahwa ranjau anti-personil telah ditanam oleh pasukan keamanan Myanmar untuk mencegah Rohingya mencoba kembali ke desa mereka, dan beberapa kematian dari senjata yang dilarang ini telah dilaporkan.

Hussain mengatakan rumah sakit setempat dan klinik medis penuh dan tidak tertampung namun otoritas kesehatan “siap menghadapi krisis” yang digambarkan oleh badan bantuan sebagai bencana kemanusiaan.

Bangladesh telah mengerahkan tentara untuk memulihkan ketertiban dan mempercepat pembangunan tempat penampungan bagi ribuan pengungsi yang masih tinggal di tempat terbuka yang terpapar hujan.

Advertisement