15 Rumah Diserahkan untuk Rumah Pengganti Korban Banjir Garut 2016

GARUT - Rumah ramah lingkungan (RURAL) berteknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana dan Sehat) yang dibangun Tim Recovery Bencana Disaster Managemen Center (DMC) Dompet Dhuafa yang diperuntukkan bagi korban bencana banjir Garut sudah diserahterimakan, Kamis (21/9/2017).

GARUT – Rumah ramah lingkungan (RURAL) berteknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana dan Sehat) yang dibangun Tim Recovery Bencana Disaster Managemen Center (DMC) Dompet Dhuafa yang diperuntukkan bagi korban bencana banjir Garut sudah diserahterimakan, Kamis (21/9/2017).

Peresmian dan penyerahan dilakukan Direktur Program Dompet Dhuafa Filantropi, Yudha Abadi mewakili Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ismail A Said.

Acara ini dihadiri Ridwan Kamil, (Walikota Bandung) yang turut menginisiasi penggalangan dana untuk pembangunan RISHA tersebut. Acara ini disaksikan dr. Helmy Budiman, Wakil Bupati Garut yang juga koordinator komunitas korban terdampak.

Saat ini, korban banjir bandang Garut sebanyak 783 KK masih tinggal di 6 Posko Pengungsi di Kota Garut. Rumah mereka sebagian besar sudah ludes dibawa air bandang.

Untuk rumah RISHA sendiri dibangun Dompet Dhuafa di Desa Lengkong Jaya, Kampung Pananggungan. “Tahap awal kita bangun 30 rumah,” ujar Asep Beny, Manager Recovery DMC Dompet Dhuafa.

Dikatakan Asep, satu rumah diperuntukkan untuk satu KK pengungsi. Selain Dompet Dhuafa, lembaga kemanusiaan lain juga turut membangun rumah yang sama di Lengkong ini. Direncanakan totoal rumah yang akan dibangun 380 rumah, namun lahan yang baru disediakan pemerintah Garut baru untuk sekitar 171 rumah dan 30 di antaranya diamanahkan kepada Dompet Dhuafa.

Direktur Dompet Dhuafa Filantropi, drg. Imam Rulyawan, MARS kepada KBK, Jumat (22/9/2017) mengatakan, untuk saat ini baru diserahterimakan 15 rumah, merupakan bagian dari rencana pembangunan 30 rumah melalui Dompet Dhuafa.

Selain RURAL, juga akan dibangun sarana PAUD serta bantuan permodalan mikro agar masyarakat korban banjir dapat bangkit kembali. Dana yang terhimpun merupakan bantuan dari 3.235 netizen, dengan nominal uang sebesar Rp 1.070.301.490,-.

Untuk rincian penyalurannya adalah Rp 118.127.636,- diperuntukkan membangun fasilitas umum korban banjir dan longsor Sumedang, Rp 882.363.854,- untuk pembangunan RURAL dan Rp 69.810.000,- yang telah diserahkan untuk pendampingan pemberdayaan ekonomi mikro para korban banjir Garut.

Bagi Dompet Dhuafa, lanjut Imam, penyediaan perumahan dan akses pendidikan bagi masyarakat marginal adalah wujud layanan kebutuhan dasar. Tidak berhenti disitu, dalam kerangka kerjanya, Dompet Dhuafa melanjutkannya ke fase pemberdayaan hingga pendampingan (advokasi) turut menguatkan ketahanan sosial sebagai sebuah ekosistem peradaban di masyarakat melalui arahan pengampu utama di daerah baik Pemda maupun tokoh setempat.

Wakil Bupati Garut dr. Helmy Budiman menyampaikan apresiasinya kepada Dompet Dhuafa karena telah membangun rumah dengan specs rata-rata di atas ketentuan Pemda. Menurut Pak Wabup, masyarakat seperti tidak percaya apa benar rumah sebaik ini menjadi rumah pengganti untuk mereka, saat ditunjukkan rumah yang dibangun Dompet Dhuafa.

Sementara itu, Kang Emil, begitu Walikot Bandung itu disapa, beralasan memilih Dompet Dhuafa untuk menyalurkan bantuan untuk korban bencana Garut, karena terpercaya dan memiliki teknologi yang dibutuhkan. “Ke depan kita akan mengembangkan kerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk pengembangan rumah sakit melalui zakat,” ungkapnya.

Tidak lupa Imam menyampaikan terima kasih kepada para donatur atas kepercayaan dan dukungannya kepada Dompet Dhuafa untuk pembangunan rumah ini.