
JENEWA – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berencana akan menggelar perundingan perdamaian berbasis PBB di Suriah pada 20 Februari 2017 nanti.
Sebelumnya, perundingan dijadwalkan di Jenewa pada 8 Februari namun Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pekan lalu bahwa mereka meminta perundingan ditunda.
Reuters melaporkan pada Rabu (1/2/2017), utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan pada hari Selasa bahwa ia telah memutuskan untuk menunda pembicaraan yang disponsori PBB untuk mendapatkan hasil dari negosiasi pekan lalu antara pemerintah Suriah dan oposisi di Astana, Kazakhstan, yang diselenggarakan oleh Moskow. Pembicaraan Astana berakhir dengan Moskow, Ankara dan Teheran setuju untuk memantau pemerintah Suriah dan kepatuhan oposisi dengan 30 Desember gencatan senjata. “Kami ingin memberikan kesempatan untuk inisiatif Astana ini untuk benar-benar melaksanakan sendiri,” de Mistura mengatakan kepada wartawan. Dia menambahkan undangan untuk pembicaraan yang disponsori PBB di Jenewa akan dibagikan pada 8 Februari. Jika oposisi Suriah tidak dapat menyetujui delegasi nya, de Mistura mengatakan PBB akan memilih wakil-wakil oposisi.




