20 Tahun Mengabdi Jadi Guru Honorer dengan Gaji Rp100, Kini Saepudin Tak Berdaya akibat Stroke

Saepudin, guru honorer yang digaji Rp100 per bulan kini tak berdaya akibat terserang stroke/ Detik.com

CIANJUR – Saepudin (40),yang sudah mengabdi selama 20 tahun sebagai guru honorer dan hanya digaji Rp 100 per bulan, kini tak berdaya dan hanya bisa duduk di kursi roda karena terserang stroke.

Dengan keterbatasan fisiknya, Saepudin kini dirawat sang ibu, Enong Komariah (70), yang tinggal di Kampung Pasir Batu Desa Jati Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur.

Enong berharap anaknya tersebut mendapat perhatian dari pemerintah. “Harapan saya, Saepudin bisa dijadikan PNS atau mendapat upah layak dari mengajar anak sekolah,” kata Enong, Jumat (29/11/2019), dilansir detik.com.

Enong mengatakan meski pendapatan anaknya kecil, tapi Saepudin selalu giat mencari uang tambahan,  namun ddia juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika akhirnya kondisi Saepudin semakin drop, hingga mengalami gangguan penglihatan.

“Dia pernah jualan balon, penghasilan bisa sampai Rp 50 ribu sehari. Setelah sakit, kegiatannya berjualan dihentikan, namun dia masih setia mengajar,” ujarnya.

Enong juga menceritakan jika istri Saepudin menggugat cerai di saat kondisi putra ketiganya itu sakit. Kedua putra Saepudin atau cucunya itu kini tinggal bersamanya.

Kini, Enong hanya mengandalkan warung untuk kebutuhan hidup sehari-hari, dan berharap perhatian dari pemerintah, minimal untuk pengobatan anaknya, Saepudin.

Advertisement