
BONGKAHAN es purba tertua diperkirakan berusia 1,5 juta tahun di bumi yang diambil langsung dari lapisan es di Antartika, tiba di Inggris dan akan dicairkan untuk penelitian terkait fenomena perubahan iklim Bumi.
Para ilmuwan British Antarctic Survey di Cambridge seperti dikutip BBC (19/7) berharap, potongan es ini akan membawa informasi penting tentang riwayat perubahan iklim yang terjadi di planet ini selama jutaan tahun.
Ruang pendingin untuk penyimpanan es tertua ini oleh para peneliti disimpan di ruang pendingin bersuhu -23 Celsius, sementara para peneliti hanya boleh bekerja selama 15 menit sekali dengan diharuskan mengenakan perlengkapan pelindung lengkap ketika berada di dalam.
“Ini adalah periode yang sama sekali tidak diketahui dalam sejarah Bumi kita,” kata Dr Liz Thomas, kepala penelitian inti es di British Antarctic Survey.
Es dipotong dalam bentuk silinder kaca dengan panjang sekitar satu meter. Dalam es tersebut tersimpan debu kuno, abu vulkanik, hingga alga laut kecil bernama diatom, yang bisa mengungkap informasi pola angin, suhu, dan permukaan laut lebih dari satu juta tahun lalu.
Sebelum sampai ke Cambridge, bongkahan es ini diekstraksi di dekat basis Concordia di Antartika Timur, kemudian dikirim dengan kapal dan van berpendingin.
Selain Inggris, potongan es lain juga dikirim ke lembaga penelitian di Jerman dan Swiss. Total, inti es Antartika yang berhasil diambil sepanjang 2,8 kilometer.
Bongkahan es Antartika itu diekstraksi untuk dikirim ke beberapa negara Eropa guna diteliti terkait rahasia iklim Bumi.
Mengungkap rahasia iklim Bumi, para peneliti akan menggunakan instrumen canggih: inductively coupled plasma mass spectrometer (ICPMS) untuk mengukur lebih dari 20 unsur, termasuk jejak logam, garam laut, dan sisa letusan gunung berapi.
Tujuannya adalah mengungkap kondisi iklim Bumi antara 800.000 hingga 1,5 juta tahun lalu. Jangka waktu itu termasuk periode yang dikenal sebagai Transisi Mid-Pleistosen, ketika siklus glasial planet berubah drastis dari 41.000 tahun menjadi 100.000 tahun.
“Untuk memahami proses dan titik balik yang berbeda ini, kita harus kembali ke masa lalu,” ujar Thomas. Para peneliti berharap langkah mereka bisa memberikan gambaran tentang masa ketika permukaan laut jauh lebih tinggi dan lapisan es Antartika lebih kecil.
Selain itu, penelitian ini diharapkan bisa membantu menjelaskan bagaimana lapisan es berperilaku saat menyusut, salah satu faktor penting dalam kenaikan permukaan air laut saat ini.
Para ilmuwan berharap catatan iklim yang terkunci di dalam bongkahan es ini akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan besar mengenai pemanasan global dan dampaknya di masa depan. (BBC/ns)




