
RUSIA bersikeras menyampaikan klaim berisi tuduhan, puluhan drone Ukraina telah menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin di kota Novgorod, sekitar 577 Km arah Barat Laut Moskow.
Sebelumnya, menurut laporan CNN, Kremlin menuduh Ukraina menyerang salah satu rumah Putin di Kota Novgorod menggunakan sejumlah drone, meski sejumlah pihak meragukan klaim tersebut.
Klaim tersebut segera dibantah Kyiv dan balik menuduh Rusia sengaja mencari alibi untuk menolak proposal damai yang diajukan Amerika Serikat.
Pada Selasa (30/12), Rusia kembali mengulangi klaim bahwa kediaman Putin di dekat Danau Valdai, wilayah Novgorod, Provinsi Oblast, sebelah selatan St Petersburg diserang oleh drone-drone Ukraina.
Jubir Kremlin Dmitry Peskov kemudian menyatakan bahwa serangan itu merupakan “aksi teroris” bertujuan “menyabot upaya Presiden AS Donald Trump memfasilitasi perundingan damai konflik Ukraina.”
Perang di Ukraina sudah berkecamuk sejak 24 Feb. 2022 saat Rusia menginvasi negara tetangganya sesama sempalan Uni Soviet itu karena merasa kedaulatannya terusik dengan rencana Ukarina bergabung ke Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pimpinan AS.
Trump terus berupaya mendorong negosiasi damai antara Ukraina dan Rusia, tapi masih terdapat ketidaksepakatan antara dua pihak yang bertikai.
Presiden AS itu mengaku, Putin memberitahunya tentang dugaan serangan itu dalam panggilan telepon pada Senin pagi (29/12) mengindikasikan bahwa ia mempercayai perkataan Putin.
Sebelumnya, Trump kesal atas kejadian itu (mungkin karena serangan itu dianggap bakal merusak upaya perdamaian yang sedang diinisiasinya.
Sejumlah pejabat dari negara-negara Barat dan analisis independen juga meragukan klaim Rusia tersebut. Tak ada satu pun lokal mau pun video medsos yang mengindikasikan atau membuktikan adanya serangan drone ke kediaman Putin di Novgorod.
Presiden Zelensky membantah
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky segera menolak klaim serangan pesawat tak berawak tersebut dan menyebutnya sebagai “rekayasa penuh” oleh Rusia.
Tuduhan serangan drone ini muncul di saat krusial bagi diplomasi. Ukraina menyatakan telah menyetujui sekitar 90% proposal perdamaian yang dirancang AS, sementara Rusia masih enggan menerima kesepakatan yang tidak memenuhi tuntutan maksimalnya.
Di lapangan, perang terus berkecamuk. Rusia melancarkan serangan drone dan rudal hampir setiap hari, sementara Ukraina melaporkan serangan Rusia terhadap kapal sipil di Odesa serta memerintahkan evakuasi wajib sejumlah desa di wilayah Chernigiv akibat penembakan intensif dari pasukan Moskow.
Kompleks perumahan Putin yang dibentengi secara ketat terletak di tepi Danau Valdai, Novgorod.
Saling klaim untuk memanfaatkan posisi tawar masing-masing merupakan taktik yang sering dilakukan oleh para pihak yang berkonflik atau terlibat perang. (CNN/ns)




