
KEMATIAN mendadak saat orang tertidur lelap membuat cemas banyak orang dan di dunia medis, ada kondisi tertentu yang bisa memicu henti jantung tiba-tiba tanpa gejala.
Sindrom Brugada, seperti diungkap detikhealth (4/1) adalah gangguan irama jantung yang bisa menyerang saat pengidapnya terlelap.
Apa Itu Sindrom Brugada?
Sindrom Brugada adalah gangguan irama jantung (aritmia) yang berpotensi mengancam jiwa. Pengidap sindrom Brugada memiliki risiko irama jantung tidak teratur, dimulai dari bilik bawah jantung.
Dikutip dari laman Kemenkes, sindrom ini didiagnosis melalui tes elektrokardiogram (EKG), tes Holter atau EKG portabel selama 24 atau 48 jam untuk pemantauan, tes darah atau air liur.
Penyebab Sindrom Brugada
Setiap detak jantung dipicu oleh sinyal listrik yang dihasilkan oleh sel-sel khusus di bilik kanan atas jantung. Pada sel-sel ini terdapat pori-pori kecil disebut saluran (channel) yang mengatur aliran aktivitas listrik tersebut, sehingga jantung bisa berdetak.
Pada sindrom Brugada, perubahan pada saluran-saluran ini menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat dan menciptakan irama jantung yang berbahaya.
Akibatnya, jantung tidak memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Irama jantung yang tidak teratur dan berlangsung singkat bisa menyebabkan pingsan, bahkan memicu kematian mendadak jika detak yang tidak teratur terus berlangsung.
Dikutip dari laman Mayo Clinic, sindrom Brugada bisa disebabkan oleh masalah struktural pada jantung yang mungkin sulit dideteksi.
Bisa juga akibat ketidakseimbangan zat kimia yang membantu mengirimkan sinyal listrik ke seluruh tubuh (elektrolit), akibat penggunaan obat tertentu atau kokain.
Gejala Sindrom Brugada
Sering kali, orang yang mengalami sindrom Brugada tidak merasakan adanya gejala. Kematian jantung mendadak bisa terjadi, terutama saat tidur.
Hal tersebut mungkin disebabkan oleh peningkatan ketegangan pada saraf vagus.
Kendati demikian, muncl tanda dan gejala yang mungkin terkait dengan sindrom Brugada yakni pusing, pingsan
terengah-engah dan kesulitan bernapas, terutama malam hari, detak jantung tak teratur atau palpitasi, detak jantung sangat cepat dan tak beraturan serta kejang.
Jika anda mengalami gejala tersebut, segera hubungi layanan kesehatan terdekat (detikhealth/ns)




