AS dan Iran Berdamai, DPR Minta Harga BBM Turun Lagi

Antrian panjang di sebuah SPBU jelang kenaikan BBM non-subsidi 10 Juni lalu. Sejalan dengan turunnya harga minyak global setelah AS dan Iran berdamai, selayaknya harga BBM diturunkan lagi (ilustarsi: detik.com)

JAKARTA – KBKNEWS – (18/6) – KESEPAKATAN damai yang diteken oleh wakil-wakil Amerika Serikat (AS) dan Iran di Istana Versailes, 19 Km dari Paris, Perancis, Rabu (19/6) bakal membuat harga minyak dunia kembali turun.

Untuk itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) berharap pemerintah meninjau penyesuaian harga BBM dalam negeri usai meredanya ketegangan di Timur Tengah.

“Komisi VI DPR RI menyambut baik tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran sehingga kondisi kawasan Timur Tengah yang lebih stabil diharapkan dapat mendukung kelancaran perdagangan dan pasokan energi dunia, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian global maupun Indonesia,” kata Eko kepada wartawan, Kamis (18/6).

Meredanya ketegangan geopolitik, menurut Eko, berpotensi mendorong penurunan harga minyak dunia, sebab, kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi mulai berkurang seiring tercapainya kesepakatan damai tersebut.

“Ini tentu menjadi perkembangan positif bagi pasar,” jelasnya.

Meski begitu, Eko menilai pemerintah dan PT Pertamina (Persero) perlu mencermati terlebih dahulu apakah penurunan harga minyak dunia akan berlangsung dalam jangka panjang atau sebaliknya.

Hal itu perlu untuk memastikan langkah terbaik dalam menyesuaikan harga BBM di dalam negeri.

“Meredanya ketegangan tersebut juga mendorong penurunan harga minyak dunia karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi mulai berkurang. Ini tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar,” jelasnya.

Perlu dicermati dulu
Meski begitu, Eko menilai pemerintah dan PT Pertamina (Persero) perlu mencermati terlebih dahulu apakah penurunan harga minyak dunia akan berlangsung dalam jangka panjang. Hal itu untuk memastikan langkah terbaik dalam menyesuaikan harga BBM di dalam negeri.

“Terkait kemungkinan penyesuaian harga BBM di Indonesia, pemerintah dan Pertamina perlu melihat terlebih dahulu apakah penurunan harga minyak ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang atau hanya sementara,” ujarnya.

“Sebab, harga BBM di dalam negeri tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak dunia, tetapi juga faktor lain seperti nilai tukar rupiah, biaya distribusi, dan kondisi perekonomian secara keseluruhan,” sambungnya.

Eko bersama Komisi VI DPR berharap setiap kebijakan yang diambil pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi. Selain itu, harus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi sejak 10 Juni lalu, menyesuaikan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia sampai di atas 100 dollar AS per barrel gegara eskalasi perang antara AS dan Iran yang berlangsung sjak 28 Feb.

Jenis Pertamax: Rp 16.250 per liter (naik dari Rp 12.300)Pertamax Green 95: Rp 17.000 per liter (naik dari Rp 12.900)Pertamax Turbo: Rp 20.750 per literDexlite: Rp 23.000 per literPertamina Dex: Rp 24.800 per liter.

Itu harga patokan untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, sedangkan Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kep. Riau, harga Pertamax Rp 17.000 per liter.

Sedangkan untuk BBM bersubsidi dan beberapa jenis lainnya tidak mengalami perubahan harga, di mana Pertalite tetap dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar Subsidi Rp 6.800 per liter.

Seiring dengan turunnya harga minyak dunia dengan meredanya situasi geopolitik di Timur Tengah, sewajarnya haga BBM dalam negeri juga turun. (ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here