PALESTINA (KBK) – Kementrian Kesehatan Palestina merilis, seorang remaja Palestina bernama Aiman Samih Abbasi, 17 tahun, gugur ditembak di bagian dada oleh pasukan penjajah Israel, Ahad malam (29/11/2015) dalam konfrontasi di kampung Rasul Amud di Silwan, sebelah timur al-Quds.
Disampaikan juga, dengan bertambahnya kematian anak ini, sehingga jumlah anak-anak yang telah gugur dalam Intifadah 3 sejak awal Oktober 2015 ini mencapai 23 anak dari total 106 syuhada yang gugur.
Menurut Pusat Informasi Palestina, Samih Abbasi termasuk mantan tawanan yang dibebaskan dari penjara Israel.
Ketua Komite Keluarta Tawanan al-Quds, Amjad Ashb mengatakan bahwa korban baru dibebaskan pada 5 November lalu, setelah mendekam di penjara selama satu setengah tahun dan sebelumnya ditetapkan sebagai tahanan rumah selama 10 bulan.
Para saksi mata menyebutkan, konfrontasi sengit meletus dengan pasukan penjajah Israel di kampung Rasul Amud setelah terjadi lemparan molotov ke koloni permukiman Yahudi di lokasi tersebut.
Pasukan Israel menembakkan peluru tajam dan peluru karet ke arah para pemuda. Serangan tersebut mengakibatkan seorang bocah Samih Abbasi terluka parah di dadanya dan kemudian ia dibawa ke sebuah klinik di kampung Rasul Amud sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sebelumnya, seorang pemuda Palestina Basim Shalah (38 tahun) juga gugur ditembak pasukan penjajah Israel di Kota Tua al-Quds, setelah melakuan aksi penikaman yang melukai seorang serdadu israel. Dengan meninggalnya dua warga ini, maka jumlah syuhada yang gugur sejak awal Oktober adalah 106, 23 di antaranya anak-anak dan 4 wanita.
Lebih dari 70 warga Palestina terluka dan mengalami sesak nafas dalam konfrontasi dengan pasukan penjajah Zionis di berbagai penjuru Tepi Barat pada hari Ahad (29/11/2015).
Konfrotnasi di hari ke-60 intifadhah al-Quds ini meletus di tiga titik konflik. Pertama di sekitar Kampus Teknologi Palestina “Khudhuri” di barat Tulkarem. Kedua di gerbang utara kota al-Birah dan ketiga di daerah Alram di kota al-Quds.





