ZIMBABWE – Banjir besar melanda Zimbabwe, dan Menetri Kabinet pada Kamis (2/3/2017) telah mengtakan bahwa banjir menewaskan 246 orang dan lebih dari 2.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah Daerah, Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Nasional Penyelamat Kasukuwere meminta bantuan dari masyarakat internasional, mitra pembangunan dan sektor swasta untuk mengatasi penderitaan warga yang terkena dampak.
“Hal ini jelas bahwa langkah-langkah ekstra-biasa untuk meringankan penderitaan warga negara di daerah komunal, pemukiman dan perkotaan telah diintensifkan,” katanya seperti dikutip Xinhua dari kantor berita yang dikelola negara.
Zimbabwe telah didera hujan di atas normal sejak awal musim 2016/2017 dan telah membuat lebih dari 85 persen dari bendungan negara tumpah. Hujan diperkirakan akan terus berlanjut sampai akhir Maret.
Menteri mengatakan 2.579 rumah, 74 sekolah dan lima lembaga kesehatan telah rusak oleh banjir. Sebagian besar kematian dan kehancuran telah dicatat di Matabeleland Utara dan provinsi Selatan, Midlands dan provinsi Masvingo, katanya.





