JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa selama periode 1-31 Maret 2023 terjadi sebanyak 269 kejadian gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Stasiun Geofisika Kupang BMKG, Margiono, mengungkapkan bahwa dari ratusan kejadian gempa bumi di NTT selama bulan Maret 2023, sebanyak 248 kejadian di antaranya merupakan gempa bumi berkekuatan kecil atau di bawah magnitudo 4,0.
Sementara itu, sebanyak 183 kejadian gempa bumi terjadi pada kedalaman dangkal atau lebih dari 60 kilometer.
Margiono menyebutkan bahwa kejadian gempa bumi lebih sering terjadi di laut (212 kejadian) daripada di darat (57 kejadian). Ia juga mengatakan, pada 30 Maret terjadi frekuensi kejadian gempa bumi harian tertinggi sebanyak 17 kali.
Lebih lanjut, Margiono menjelaskan bahwa NTT merupakan daerah kepulauan yang dikelilingi oleh patahan-patahan (sesar) dari zona megathrust di Barat dan Selatan, Flores Back Arc Thrust di Utara, dan beberapa patahan lokal lainnya yang masih aktif.
“Oleh karena itu, NTT memiliki potensi bahaya gempa bumi merusak dan tsunami,” katanya, Senin (3/4/2023).
Margiono mengimbau agar warga di NTT tetap waspada dan melakukan upaya antisipasi yang diperlukan, seperti membangun bangunan tahan gempa, menata jalur evakuasi, serta mengedukasi orang-orang di sekitar tentang cara menyelamatkan diri dari gempa bumi dan tsunami.
Ia juga menekankan pentingnya memperbaharui informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu tentang adanya gempa bumi, terutama yang menyebutkan waktu, tempat, dan kekuatan gempa bumi.
Sumber: Antara




