3 Kiat Tangkal Hoaks dari Menkominfo

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, memberikan tiga saran kepada masyarakat agar terhindar dari informasi palsu atau hoaks.

Pertama, kata Budi, masyarakat sebaiknya tidak terprovokasi oleh berita sensasional pemicu emosi. Berita itu biasanya kerap membuat masyarakat langsung membagikannya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Sebaliknya, lanjut Budi, ketika menemui berita atau informasi yang memiliki judul atau tampilan yang sensasional, masyarakat disarankan agar tidak segera menyebarkannya. “Check and recheck” atau verifikasi ulang.

Terutama jika informasi tersebut ditemukan di media sosial atau aplikasi pesan instan, sangat penting untuk melakukan pengecekan fakta melalui sumber yang dapat dipercaya, yang bisa diakses melalui mesin pencari terpercaya.

“Kedua, cari faktanya dari sumber berita yang bisa dipercaya dan memiliki reputasi baik. Jadi informasi tersebut pasti berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan bukan hanya berdasarkan opini subjektif,” kata Budi, dilansir dari Antara, Sabtu (28/10/2023).

Menurutnya, berita yang datang dari wartawan, terutama dari media yang terdaftar di Dewan Pers, bisa menjadi referensi yang baik untuk memastikan kebenaran suatu peristiwa atau informasi yang sedang viral.

Masyarakat juga dapat memeriksa kebenaran suatu informasi, apakah itu hoaks atau tidak, dengan mengunjungi situs web yang dikelola oleh Kementerian Kominfo, yaitu https://komin.fo/inihoaks.

Untuk meningkatkan kepercayaan, masyarakat dapat mencari informasi dari berbagai sumber yang berbeda sehingga informasi yang diterima menjadi lebih beragam, dan hal tersebut dapat memastikan apakah itu merupakan kebenaran atau tidak.

Ketika mendekati Pemilu 2024, yang merupakan peristiwa penting di Indonesia, penting bagi masyarakat untuk menerapkan strategi untuk melawan informasi palsu (hoaks) dalam kehidupan sehari-hari.

Harapannya adalah agar masyarakat tidak mudah terperdaya oleh informasi yang tidak benar, dan mereka harus berperan aktif dalam menjaga lingkungan digital Indonesia selama proses demokrasi tersebut berlangsung agar tetap aman, nyaman, dan sehat.

Budi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadapi masalah hoaks dengan cara memeriksa informasi sebelum menyebarkannya, tidak menyebarluaskannya jika mengandung hoaks, dan tidak menciptakan hoaks. Tujuannya adalah untuk mewujudkan Pemilu Damai 2024.

“Kepada seluruh masyarakat dalam mendukung pesta demokrasi, mari kita bersama-sama melawan hoaks dengan memeriksa informasi yang diterima, tidak menyebarkan jika mengandung hoaks dan tidak membuat hoaks. Kami berharap bersama-sama kita dapat mewujudkan Pemilu Damai 2024,” tuturnya.

Selain melakukan upaya untuk meningkatkan literasi digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya hoaks dan cara mengatasi mereka selama Pemilu 2024, Kementerian Kominfo juga telah berkolaborasi dengan platform digital untuk melawan penyebaran hoaks.

Patroli siber secara rutin dilakukan untuk mengurangi penyebaran konten yang bersifat negatif. Kementerian Kominfo juga menyediakan sarana pengaduan masyarakat terkait hoaks selama Pemilu 2024, sehingga masyarakat dapat aktif dalam menjaga lingkungan digital yang produktif.

Advertisement