Tanaman Hias Ampuh Atasi Polusi Udara dan Cuaca Ekstrem

Ilustrasi tanaman hias lidah mertua. (Foto: SHUTTERSTOCK/NYANEWS)

JAKARTA – Polusi udara dan cuaca panas memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan seseorang. Cuaca panas dapat meningkatkan suhu tubuh, yang pada gilirannya dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Saat sistem kekebalan tubuh menurun, maka seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Dosen dari Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, Mega Atria, mendorong masyarakat agar menanam tanaman hias di halaman rumah sebagai upaya menghadapi cuaca panas ekstrem.

Mega menjelaskan bahwa tanaman memiliki peran penting sebagai penyerap karbon dan memberikan manfaat lingkungan seperti menyediakan udara segar, memberikan peneduh, menyerap debu dan polutan, memperkaya tanah, dan menjaga ketersediaan air tanah. Oleh karena itu, eksistensi tanaman sangat vital bagi kehidupan manusia.

“Tumbuhan merupakan komponen utama penyerap karbon dan berperan sebagai penyedia jasa lingkungan yang berfungsi sebagai penghasil udara segar, peneduh, penyerap debu dan polutan, penyubur tanah, hingga pengikat air tanah, sehingga eksistensinya sangat penting untuk kehidupan manusia,” katanya di kampus UI Depok, dilansir dari Antara, Sabtu (28/10/2023).

Mega juga menyarankan beberapa jenis tanaman hias berdaun yang sesuai untuk tumbuh di kondisi panas, termasuk Palem Hias, Nanas Bromeliad, Sirih Gading, dan Lidah Buaya, yang juga membantu dalam penyerapan debu.

Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan suka cahaya matahari, seperti kelompok Kaktus, Bougenvile, dan Kamboja.

Selain tanaman hias, jenis tanaman nonhias seperti bambu dan pohon peneduh dengan kanopi lebar juga bisa menjadi alternatif yang efektif dalam mengurangi dampak suhu tinggi.

Mega berharap bahwa masyarakat dapat menyediakan lahan untuk menanam tanaman di rumah masing-masing. Proses penanaman ini dapat dimulai dengan menanam sayuran dan buah-buahan untuk kebutuhan konsumsi sendiri.

Dengan menerapkan konsep “menghasilkan makanan sendiri,” masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari mereka. Jika memiliki lahan yang cukup besar, mereka juga bisa menanam pohon buah atau peneduh.

Dengan menerapkan konsep grow your own food, masyarakat juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekologi dan menjaga fungsi jasa ekosistem, yang pada gilirannya memberikan manfaat bagi mereka sendiri.

“Karena jika lingkungan kita banyak pohon atau tanaman bunga, maka kita berperan juga dalam memastikan proses ekologi dan siklus jasa ekosistem tetap terjaga, tentunya kita juga yang mendapat keuntungan,” kata Mega.

Cuaca ekstrem dengan suhu tinggi seringkali dapat menghambat pertumbuhan flora, tetapi beberapa jenis tanaman, termasuk tanaman hias dan tanaman obat, dapat beradaptasi dengan baik terhadap suhu tinggi dan membantu mengatasi dampak seperti polusi udara dan rendahnya kelembapan udara yang dapat menyebabkan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Advertisement