ISTANBUL (KBK) – Tiga ledakan menghantam Pusat Kota Istanbul, Sabtu malam, (18/12/2016) menewaskan 27 polisi dan dua warga sipil dan melukai 166 lainnya, kata para pejabat pemerintah.
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan, pada konferensi pers di Istanbul, bahwa bom mobil diledakkan menargetkan polisi anti huru hara yang bertugas di dekat sebuah stadion di distrik Besiktas, di mana pertandingan sepak bola berakhir sekitar satu setengah jam sebelumnya.
Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus mengatakan ledakan terjadi segera setelah para fans meninggalkan stadion.
Empat puluh lima detik kemudian, seorang pria meledakkan dirinya di Macka Park di seberang stadion, Soylu mengatakan, mencatat bahwa sekitar 10 tersangka telah ditahan.
Ledakan itu begitu kuat sehingga terdengar di kedua sisi Bosphorus, selat yang membagi kota metropolis menjadi dua bagian, kata laporan pers.
Tiga dari korban cedera berada dalam kondisi kritis, sementara 17 orang telah menjalani operasi, kata Menteri Kesehatan Recep Akdag.
Dalam akun twitter-nya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji, “Kami akan melanjutkan perjuangan meskipun darah ditumpahkan”.
Dilaporkan Xinhua, sebuah ledakan ketiga terdengar kemudian oleh warga. Laporan pers menggambarkan sebagai ledakan bom mobil di tidak jauh dari ledakan pertama.
Pemerintah Turki sudah menurunkan enam penyidik menyelidiki serangan itu.
Istanbul, merupakan kota kedua terbesar di Turki setelah Ankara, ibukota nasional negara itu. Kedua kota itu telah dihajar serentetan serangan mematikan selama setahun ini di tengah memburuknya situasi keamanan.
Istanbul terakhir diserang pada akhir Juni, ketika tiga pembom bunuh diri menyerang bandara internasional utama di kota ini dengan menewaskan 45 orang.





