TEPI BARAT (KBK) – Tiga warga Palestina tewas ditembak tentara Israel, Kamis (26/11/2015) dalam bentrokan terpisah di Tepi Barat. Warga Palestina merespon dengan demo, rencana Israel untuk memperkuat pagar dekat kota Hebron guna mengantisipasi rentetan gelombang demo yang diikuti kekerasan selama dua bulan terakhir.
Dalam insiden pertama juru bicara militer Israel mengatakan, bentrokan meletus setelah pasukan Israel menyerbu Desa Qattana untuk mencari amunisi dan menangkap tersangka penyerang dari warga Palestina yang melemparkan bom api dan batu ke tentara Israel.
Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Mohammed Awawdeh, Yehya Taha, 21 tahun, warga Palestina tewas di tempat karena ditembak di kepala oleh tentara Israel.
Pasukan Israel membantah, kalau ambulans Palestina dilarang untuk mengakses korban Taha setelah ditembak dan tentara Israel membiarkan satu jam dalam kondisi berdarah sampai akhirnya meninggal.
Insiden kedua, penjaga perbatasan Israel menembak dan membunuh seorang warga Palestina yang diduga akan menyerang tentara Israel dengan pisau di dekat kota Nablus, Tepi Barat.
Juru bicara polisi Luba Samri mengatakan, pria itu keluar dari taksi di dekat sebuah pos militer dan mulai berlari ke arah petugas sambil mengacungkan pisau. Tidak ada militer Israel yang terluka dalam serangan ini. Namun Samri tidak menjelaskan, seberapa dekat orang itu dengan tentara Israel sehingga ia ditembak mati di tempat.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pejuang syahid itu bernama, Samir Seresi, 51 tahun.
Dalam insiden ketiga, seorang pria Palestina berusia 19 tahun, Khalid Mahmoud al-Jawabreh, ditembak mati di tengah bentrokan antara pemuda dan pasukan Israel di Kamp Pengungsi Hebron. Hal itu disampaikan pejabat Bulan Sabit Merah dan petugas medis kepada kantor berita Palestina Ma’an.





