MYANMAR – Menyambut rencana pemulangan rohingya kloter pertama dari Bangladesh, Myanmar membangun kampung sementara untuk menampung 30.000 warga Rohingya.
Rencana pemulangan tersebut akan dilakukan setelah ada kesepakatan antara Myanmar dan Bangladesh, dimana pejabat Myanmar dan Bangladesh bertemu pada Senin untuk membahas kesepakatan pemulangan, yang ditandatangani pada 23 November.
Pertemuan di ibu kota Myanmar, Naypyitaw, itu adalah yang pertama bagi kelompok kerja gabungan, yang dibentuk untuk memastikan rincian kesepakatan tersebut.
Koran “Global New Light” Myanmar, yang dikelola negara, dan dipantau Antara, mengatakan bahwa kampung di Hla Po Khaung di Rakhine utara akan menjadi tempat peralihan sementara bagi orang-orang yang “diterima secara sistematis” untuk dipulangkan.
“Hla Po Khaung seluas 124 hektar akan menampung sekitar 30.000 orang pada 625 bangunannya,” kata surat kabar tersebut, dengan menambahkan bahwa sekitar 100 bangunan akan selesai pada akhir Januari.
Aung Tun Thet, koordinator utama Persatuan Usaha untuk Bantuan Kemanusiaan, Pemukiman Kembali dan Pembangunan, mengatakan bahwa kamp di Hla Po Khaung akan menjadi “tempat transisi” bagi pengungsi Rohingya sebelum mereka dipulangkan ke “tempat asal mereka” atau pemukiman terdekat ke tempat asalnya.
“Kami akan mencoba menerima semua orang yang kembali ke Myanmar,” katanya, menambahkan bahwa untuk melakukan pemeriksaan data tempat tinggal bagi penduduk yang kembali, mereka akan dikirim ke kamp penilaian di Taungpyoletwei atau Ngakhuya sebelum mereka dipindahkan ke kamp Hla Po Khaung.





