Italia Hibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia Tahun Ini

Kapal Indul Guiseppe-Garibaldi (foto: Italian Navy)
JAKARTA, KBKNews.id – Pemerintah Italia resmi menyetujui hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia. Persetujuan tersebut telah mendapat lampu hijau dari parlemen Italia, baik melalui Dewan Perwakilan Italia maupun Senat Italia, sebagai bagian dari kebijakan pertahanan yang disahkan pada awal 2026.
Seperti dilansir dari El Canal, Kamis (30/4/2026), pengalihan kapal ini dilakukan melalui dekret Kementerian Pertahanan Italia yang diterbitkan pada Februari 2026. Prosesnya mengacu pada Pasal 311 dalam hukum militer Italia, yang mengharuskan persetujuan parlemen untuk setiap pemberian gratis alutsista yang sudah tidak lagi digunakan.
Sebelumnya, kapal tersebut sempat menjadi sorotan saat berlabuh darurat di Pelabuhan Bilbao bersama kapal amfibi San Giorgio. Kedua kapal berlindung dari badai Karlotta setelah mengikuti latihan militer di Teluk Cádiz dan dijadwalkan bergabung dalam latihan NATO Steadfast Defender 2024.
Giuseppe Garibaldi sendiri merupakan kapal induk pertama Italia yang telah beroperasi sejak 1985. Kapal ini dipensiunkan pada Oktober 2024 setelah Italia mengoperasikan kapal baru, Trieste. Sejak saat itu, kapal berada dalam status perawatan sambil menunggu keputusan terkait masa depannya.
Bagi Indonesia, kapal ini telah dipelajari sejak Maret 2025 sebagai platform untuk operasi helikopter dan drone. Dengan panjang landasan yang terbatas, kapal ini dinilai kurang cocok untuk pesawat tempur modern, namun ideal untuk pengembangan teknologi pesawat tanpa awak.
Pemerintah Indonesia bahkan telah menyiapkan skema pendanaan hingga Rp7,2 triliun untuk akuisisi kapal tersebut, ditambah rencana pembelian helikopter transportasi dan utilitas. Sejumlah perusahaan dari kedua negara juga telah membahas kemungkinan modernisasi kapal sebelum digunakan secara operasional.
Pemanfaatan kapal ini nantinya akan difokuskan pada pengoperasian drone laut dan udara, termasuk kerja sama dengan Turki dalam produksi drone Bayraktar TB3 dan sistem Akinci. Langkah ini diyakini akan memperkuat jangkauan operasional militer Indonesia di wilayah kepulauan yang luas.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari peningkatan kerja sama militer antara Italia dan Indonesia. Sebelumnya, Indonesia juga telah menerima kapal patroli kelas PPA yang kini dikenal sebagai KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi. Jika proses hibah selesai, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk yang diadaptasi khusus untuk operasi drone.
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here