JAKARTA – Minggu ini lebih dari 240 orang pengungsi tewas dalam perahu di Laut Mediterania. Sebagian besar korban merupakan pengungsi asal Libya. Arus pengungsi dari Libya terus mengalir kendati cuaca buruk terjadi di Mediterania.
Seperti di lansir Al-Jazeera, Kamis (17/11) lebih dari 3.200 orang berhasil diselamatkan oleh satuan PBB urusan Mediterania sejak hari sabtu lalu. Jumlah tersebut sama seperti yang terjadi pada bulan November tahun lalu.
Korban tewas baru didasarkan pada informasi yang dikumpulkan oleh badan pengungsi PBB (UNHCR). Informasi tersebut mengatakan terdapat 135 orang tenggelam dan hilang ketika sampan kecil yang mereka tumpang terbalik pada hari senin. Sementara itu 95 orang lainnya diperkirakan tewas setelah kapal lainnya tenggelam pada insiden lainnya di hri selasa.
“Mereka telah berangkat dari Libya pada Minggu malam dengan sekitar 150 orang di kapal, ada sekitar 135 hilang”, kata juru bicara UNHCR Iosta IBBA.
“Sampan mereka yang miskin dan kecil terbalik ke laut. Hanya 15 orang yang berhasil bertahan dengan berpegangan pada bagian kapal yang mengambang, ” tambahnya.
“Mereka tinggal seperti itu beberapa jam sebelum bantuan tiba,” tambahnya.





