JAKARTA (KBK) – Kampanye dan penggalangan dana melalui Caused Related Marketing (CRM) merupakan salah satu strategi efektif dalam mempromosikan kegiatan filantropi. Di sisi lain CRM juga bisa menjadi strategi pemasaran efektif bagi perusahaan dalam meningkatkan citra dan penjualan produk.
CRM atau saluran pemasaran merupakan kegiatan komersial dimana bisnis dan lembaga sosial membentuk kemitraan melalui pemanfaatan strategipemasaran terntentu untuk mendukung suatu persoalan atau program sosial.
Yuli Pujihardi Direktur Dompet Dhuafa Enterprise menyatakan bahwa CRM dapat banyak membantu dan mempermudah lembaga sosial dalam berkampanye dan menggalang sumbangan masyarakat melalui kegiatan filantropi.
“CRM memberikan kesempatan dan peluang bagi perusahaan untuk memberikan sumbangan tidak dalam bentuk dana atau donasi. Tapi melalui pemanfaatan strategi pemasaran. Strategi ini banyak disukai karena bersifat saling menguntungkan,” ucap Yuli dalam paparannya pada acara Philantropy Learning Forum ke 11 di Jakarta, Kamis (17/11).
Sementara itu Direktur Filantropi Indonesia Hamid Abidin menyoroti praktek CRM masih dianggap kurang transparan dan tidak etis. Menurutnya masih ada konsumen dan pelanggan yang mengeluh karena tidak mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai program ini.
“Supaya CRM berhasil sebaiknya konsumen diberikan penjelasan gamblang mengenai tujuan program sehingga mereka tahu uang yang disumbangkan untuk apa,” ujarnya.





