JAKARTA – Intensitas hujan yang tinggi pada awal tahun membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memasang sistem peringatan dini (early warning system/EWS) di 32 lokasi Jakarta Timur yang rawan banjir.
Kepala Satgas Korwil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jakarta Timur, Sukendar mengatakan EWS ini dapat berperan dalam memantau data cuaca, tinggi muka air (TMA) sungai dan kecepatan angin.
Sistem ini juga dapat membantu masyarakat untuk lebih cepat mengantisipasi ancaman banjir, cuaca ekstrem, puting beliung atau rob, sehingga dapat meminimalisir kerugian dan korban jiwa.
“Pemasangan EWS ini untuk mendeteksi dini bencana sehingga antisipasinya bisa lebih cepat. EWS ini juga menyediakan informasi peringatan dini dan pemantauan bencana alam yang akan digunakan untuk publikasi berita sebagai acuan dalam kegiatan manajemen penanggulangan bencana,” ucap Sukendar.
Adapun 32 titik tersebut diantaranya di Kecamatan Kramat Jati yakni di Kelurahan Batu Ampar, Tengah, Kramat Jati, Cawang, Cililitan, dan Balekambang.
Lalu Kecamatan Jatinegara terdapat di Kelurahan Bidara Cina, Cipinang Muara dan Cipinang Besar Selatan, Kampung Melayu. Kecamatan Duren Sawit ada di Kelurahan Pondok Bambu, Malaka Sari, Duren Sawit, Pondok Kelapa.
Di Kecamatan Cakung ada di Kelurahan Cakung Timur, Rawa Terate, Ujung Menteng, Pulogebang. Kecamatan Makasar terdapat di Kelurahan Pinang Ranti, Makasar, dan Cipinang Melayu.
Kemudian Kecamatan Cipayung ada di Kelurahan Lubang Buaya, Setu. Kecamatan Ciracas terdapat di Kelurahan Rambutan, Cibubur dan Ciracas, dan di Kecamatan Pasar Rebo terdapat di Kelurahan Gedong dan Pekayon.





