HAVANA – Puluhan ribu orang Kuba, dan beberapa dari mereka yang membawa bendera Kuba, memberi penghormatan terakhir pada pemimpin Revolusi Fidel Castro, di Havana, Senin (28/11/2016).
Castro meninggal pada hari Jumat pada usia 90 tahun, setelah satu dekade mengundurkan diri karena kesehatan yang buruk dan menyerahkan kekuasaan kepada adiknya Raul Castro.
Castro dikagumi oleh kaum sayap kiri dan orang-orang dari negara berkembang yang melihatnya sebagai juara revolusioner orang miskin, tapi difitnah oleh orang-orang yang melihat dia sebagai seorang diktator yang menindas rakyat Kuba dan merusak perekonomian melalui sosialisme.
“Hidup Fidel! Kami bisa mendengarnya, kita bisa merasakan, dia selalu berada di sini,” teriak kerumunan warga yang berkumpul di dekat Havana Revolution Square, sambil memegang spanduk bertuliskan “Kami Fidel”.
Pemerintah mengundang ribuan orang ke alun-alun untuk memperingati dua hari meninggalnya Fidel Castro yang dimulai dengan penghormatan yang diiringi 21 tembakan yang terdengar hingga di banyak ibukota.
Sementara beberapa pemimpin dunia telah mengirim pesan belasungkawa atas kepergiannya. Demikian dilansir Reuters,





