KAIRO, KBKNews.id – Sebanyak 1.500 ekor sapi tengah dirawat secara intensif di peternakan Safaga Farm, Hugradha, Mesir. Ternak tersebut nantinya bakal disalurkan untuk warga Palestina sebagai bagian dari program.
Manajer Safaga Farm, Rifat menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini sangat strategis untuk memastikan distribusi bantuan protein hewani dapat menjangkau wilayah konflik dengan lebih efisien. Seluruh hewan kurban dipastikan dalam kondisi prima melalui protokol perawatan yang sangat ketat dan profesional.
“Matahari di Safaga memberikan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan ternak, namun pengawasan kesehatan adalah prioritas utama kami. Kami ingin memastikan amanah dari para donatur di Indonesia terwujud dalam bentuk hewan kurban yang sehat dan berkualitas tinggi,” ujarnya di lokasi peternakan, Kamis (14/5/2026).

Manajemen pakan di peternakan ini dilakukan dengan perhitungan nutrisi yang presisi. Sapi-sapi tersebut mendapatkan asupan dua kali sehari, yakni pada pukul 07.00 pagi dan 07.00 malam.
Formula pakan yang diberikan dirancang khusus untuk menjaga keseimbangan protein dan karbohidrat guna mendukung bobot ideal hewan.
Selain pakan berkualitas, ketersediaan air minum juga menjadi perhatian krusial. Rifat menegaskan bahwa akses air bersih bagi ternak tersedia selama 24 jam penuh tanpa henti. Hal ini dilakukan untuk mencegah dehidrasi dan menjaga metabolisme sapi tetap stabil di tengah suhu lingkungan yang cukup menantang.
Aspek kesehatan hewan ditangani oleh tim medis veteriner yang berpengalaman. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk mendeteksi adanya gejala penyakit secara dini. Jika ditemukan sapi yang menunjukkan tanda-tanda sakit, tim medis segera melakukan tindakan isolasi dan perawatan intensif di rumah sakit hewan khusus yang ada di area peternakan.
“Keamanan pangan adalah harga mati bagi kami. Semua sapi yang ada di sini telah mendapatkan vaksinasi lengkap terhadap berbagai potensi penyakit ternak, mulai dari proses impor hingga menjelang hari penyembelihan nanti,” ujar Rifat memberikan jaminan kualitas.
Setelah proses penyembelihan, pemeriksaan kesehatan tahap akhir (post-mortem) juga akan kembali dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan daging yang dihasilkan benar-benar layak dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat Palestina. Standar kebersihan dan syariat Islam menjadi landasan utama dalam setiap tahap operasional.





