Subsidi Listrik 900 VA Akan Dicabut, Warga Jatim Keberatan

Ilustrasi

SURABAYA  – Rencana pemangkasan subsidi listrik tarif 900 Volt Ampere (VA) PT PLN (Persero) mulai awal 2017 membuat warga di Jawa Timur keberatan, bahkan mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

Misalnya saja, warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Imam Mustafid Maulidan yang mengaku belum mendapatkan informasi mengenai pemangkasan subsidi listrik. Imam merupakan satu dari ratusan warga Desa Randuagung yang menggunakan listrik dengan tarif 900 VA dari PLN.

“Kami belum tahu, emang itu akan berlaku kapan. Kita belum pernah tahu ada sosialisasi, juga tidak pernah didatangi siapa-siapa terkait informasi itu,” kata Imam, dilansi Metrotvnews.com, Minggu (11/12/2016).

Ia mengaku keberatan jika hal tersebut benar terjadi, karena sekarang saja ia bisa  membayar listrik sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per bulan. Ia mengaku keberatan jika membayar listrik lebih tinggi tanpa subsidi dari pemerintah. Alasannya, ia hanya bekerja sebagai sopir, antar jemput penumpang dari Pelabuhan Gresik menuju Juanda Surabaya.

“Gimana saya bisa bayar listrik jika tarifnya akan naik. Sementara penghasilan saya rata-rata cuma Rp2 juta per bulan. Belum lagi biaya kebutuhan keluarga, dan anak-anak sekolah,” keluh bapak dua anak ini.

Begitu juga dengan Fery Kurniawan, warga Desa Karah Agung, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Ia mengaku keberatan dengan rencana pemerintah tersebut. Sebab, dirinya hanya berpenghasilan rata-rata Rp1,5 juta per bulan. Penghasilan ia proleh dari hasil jual gorengan.

“Kebijakan pemerintah sama saja mencekik masyarakat kecil. Saya pelanggan listrik 900 VA, kalau bisa saya ingin ganti daya listrik lebih rendah saja kalau tarifnya akan naik. Saya bayar Rp100 ribu per bulan saja masih susah, apalagi tarifnya naik,” kata bapak satu anak ini.

Keduanya berharap pemerintah memperhatikan masyarakat kecil. Ia berharap pemerintah benar-benar mendata dengan baik untuk membedakan masyarakat kecil dan menengah ke atas.

“Kalau listrik naik, semuanya naik. Bisa-bisa masyarakat kecil makin susah,” kata Fery.

Advertisement