MATARAM – Sebanyak 13 ton beras cadangan telah dipersiapkan Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk korban bencana dalam menghadapi cuaca ekstrem.
“Setiap tahun, kita mengalokasikan beras cadangan bencana sebanyak 20 ton yang kami simpan di gudang cadangan bencana,” kata Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kota Mataram Tridjoko Purnomo Handoko di Mataram, Selasa (13/12/2016).
Untuk 2016 telah dialokasikan sebanyak 20 ton dan telah didistribusikan ke kampung nelayan dan beberapa titik lainya sehingga stok yang tersisa sekitar 13 ton.
Sementara untuk pengeluaran bantuan terhadap korban banjir pada Sabtu 9 Desember 2016 lalu, hingga saat ini belum didistribusikan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada permohonan dari pihak kelurahan yang terkena dampak dari bencana banjir tersebut.
(Baca Juga: Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Mataram)
“Sesuai SOP, kami mengeluarkan bantuan beras berdasarkan permohonan dari bawah, dan disetujui kepala daerah,” ujarnya.
Jadi jika tidak ada permohonan bantuan dan persetujuan dari kepala daerah, beras cadangan bencana tidak akan dikeluarkan. Selain itu, beras cadangan bencana dikeluarkan apabila terjadi bencana yang mengakibatkan warga tidak bisa beraktivitas mencari nafkah dan lainnya.
Menurutnya, jenis beras cadangan bencana ini adalah beras dengan kualitas bagus, bahkan harganya pun mencapai Rp11 ribu per kilogram.
Untuk menjaga kualitas beras, secara berkala pihaknya melakukan perawatan dengan penyemperotan beras dengan obat-obatan tertentu. “Tujuannya, ketika beras dibagi ke masyarakat kualitas beras masih terjaga,” katanya, dikutip dari Okezone.





