YAMAN – Tujuh juta orang di Yaman berada di ambang kelaparan, setelah 20 bulan terdampak nefek dari perang saudara yang terus terjadi disana.
Komite Bencana Darurat, sekelompok organisasi bantuan yang meliputi Oxfam, Palang Merah Inggris dan Islamic Relief, memperingatkan warga Yaman yang berada dalam kondisi di dalam negeri yang begitu ekstrim dan upaya bantuan yang terkoordinasi sangat diperlukan disana.
Sebelum perang, Yaman mengimpor sekitar 90% dari makanannya, sehingga terjadi blokade dan pemboman udara yang telah membuat warga harus berjuang untukmendapatkan makanan mereka selanjutnya.
Bukan hanya kekuarangan makanan, namun warga juga butuh obat-obatan dimana ancaman penyakit terus tumbuh, sementara upaya bantuan PBB terbentur kekurangan dana.
Kepala eksekutif Saleh Saeed, mengatakan, “Sekarang adalah waktu untuk menyelamatkan nyawa di Yaman sebelum terlambat,” ujarnya dilansir metro.co.uk, Selasa (13/12/2016).
Ditambahkannya jika anak-anak menghadapi risiko terbesar dari kelaparan, hampir setengah juta bayi dan anak-anak memerlukan perawatan segera untuk mengatasi kekurangan gizi.





