Sungai Cihejo Meluap, Warga Kunigan Krisis Air Bersih

Ilustrasi/ foto jpnn

KUNINGAN – Banjir luapan sungai Cihejo di Dusun Pabuaran, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan membuat sumur-sumur sumber air bersih andalan puluhan kepala keluarga tercemar air berlumpur.

Pencemaran air sumur terjadi sejka  Rabu 14 Desember 2016 sore dan hingga Kamis 15 Desember 2016 air sumur  masih keruh dan belum bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan masak, termasuk juga untuk keperluan mandi dan mencuci.

Misrad (50) dan sejumlah warga lainnya di lingkungan permukiman terkena banjir tersebut, menyebutkan anak Sungai Cisanggarung di sekitar dusunnya itu meluap dengan arus deras pada Rabu 14 Desember 2016 sore sekitar pukul 16.00. Luapan airnya sore itu sempat menggenangi sedikitnya 30 rumah penduduk selama lebih kurang 30 menit dengan kedalaman genangan antara 20 centimeter hingga 30 centimeter.

Selain itu, arus deras luapan sungai terseebut juga sempat menerjang serta mengusur lahan-lahan pekarangan rumah, kebun dan sawah penduduk. Bahkan, bagian pondasi belakang rumah Misrad, sampai habis tergerus luapan sungai tersebut.

“Tanah dan pondasi dinding ruangan ini, habis sekaligus hingga seperti ini, akbat tersapu luapan sungai ini sore kemarin,” kata Misrad, seraya menunjuk satu ruang bangunan permanen di bagian belakang rumahnya yang sudah menggantung tinggal tersangga dua tiang beton di atas aliran sungai tersebut.

Sementara itu Kepala Palaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan Agus Mauludin, menyatakan kebutuhan air bersih warga terkena banjir tersebut, dalam beberapa hari ke depan akan dibantu pihaknya.

“Mulai besok sampai air di sumur-sumur warga terkena banjir di sini bersih dan layak kembali untuk bahan baku air minum dan memasak, akan kami bantu dengan pengiriman tangki air bersih,” kata Agus Mauludin, dikutip dari PR.

 

Advertisement