ISRAEL – Menentang resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, Israel terus bergerak maju dengan rencana untuk membangun ribuan rumah baru di bagian kota yang diklaim oleh Palestina sebagai ibukota masa depan mereka.
Rencana pembangunan kontroversial tersebut diungkapkan pemerintah Israel yang telah bereaksi marah kepada Dewan Keamanan yang memperoleh suara 14-0 suara pada hari Jumat untuk dikeluarkannya resolusi kecaman terhadap Israel.Â
“Kami tetap terpengaruh oleh suara PBB atau dengan entitas lain yang mencoba untuk mendikte apa yang kita lakukan di Yerusalem,” ujar wakil Walikota Meir turgeman, yang memimpin Kabupaten Komite Zonasi Yerusalem, kepada surat kabar harian Israel Hayom, seperti dilansir USA today, Rabu (28/12/2016).
Sementara itu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menginstruksikan kementerian luar negeri Israel skala kembali kontak diplomatik dengan anggota Dewan Keamanan yang memberikan suara mendukung resolusi tersebut.
Netanyahu juga menuduh pemerintahan Obama mendalangi resolusi, karena AS telah lama memveto resolusi yang mengutuk Israel tetapi abstain.





