JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI berjanjji berupaya untuk semakin meningkatkan layanannya pada masyarakat di tahun 2017 ini. Salah satu upaya perbaikannya adalah dengan merilis Epidemiology Operation Center (EOC).
Rencananya, EOC akan dirilis pada Januari 2017 dan sistem tersebut akan digunakan untuk memantau penyakit yang terjadi di seluruh Indonesia selama 24 jam.
Nantinya Kemenkes akan bekerja sama dengan jaringan pemantau penyakit dari luar negeri dan membuat laporan terkini. Laporan dari sistem EOC tersebut nantinya
“Kami bekerja sama dengan Center Disease Control (CDC) Atlanta, Amerika Serikat, dengan lembaga sejenis CDC di Eropa dan Asia Timur, sehingga mereka dapat memberikan informasi terkait perkembangan penyakit,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan M Subuh, seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (2/1/2017).
Pemantauan seperti ini diharapkan lebih efektif dan efisien dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan pengawasan penyakit.
“Kalau Anda tahu (sekarang ini), setiap 24 jam di email saya masuk semua laporan. Seperti hari ini ada notif tentang WNI yang didiagnosis mengalami TBC di Malaysia. Semua datanya lengkap. Informasi ini dikembalikan dan dipantau lebih lanjut,” ujarnya.
“Kita (Indonesia) juga begitu. Misalnya ada warga Hong Kong yang terkena flu mencurigakan, akan langsung dilaporkan ke pihak Hong Kong.”
Selain itu, EOC nantinya hanya akan melengkapi dan memperbaiki sistem yang sudah dijalankan Kemenkes saat ini. EOC juga akan membantu pengawasan penyakit jadi lebih luas lagi.





